Tips Sehat Makan Kue Kering dari Dokter Gizi

Ilustrasi kue kastengel. Wikipedia.org

kesehatan

Tips Sehat Makan Kue Kering dari Dokter Gizi

Jumat, 22 Mei 2020 08:35 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Kue kering kerap menghiasi meja makan kala perayaan Lebaran. Beraneka ragam jenisnya, yaitu nastar, kastengel, sagu keju, putri salju, lidah kucing, dan masih banyak lainnya. Namun tahukah Anda bahwa di balik nikmatnya kue kering seperti nastar terdapat kalori yang bisa dibilang tidak sedikit.

Menurut Dokter Spesialis Gizi Raissa Djuanda kue kering mengandung kalori yang tinggi. Dengan ukurannya yang kecil, beberapa di antara kita tergoda untuk terus memakannya jika cocok rasanya. 

"Namun harus waspada terjadi peningkatan berat badan sebab satu potong nastar untuk ukuran sedang kalorinya sebanyak 70, setara dengan 1/3 mangkok nasi. Kastengel satu butirnya bisa mengandung sekitar 21 kalori," katanya saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

Selain tinggi kalori, kastengel juga tinggi lemak bahaya kolesterol yang berbahaya untuk kesehatan bila dikonsumsi berlebihan.

Sebabnya kue kering dibuat dari mentega atau margarin yang tinggi kolesterol. Belum lagi, ditambah  telur yang biasanya tidak cuma satu butir, tapi banyak. Telur mengandung kolesterol terutama di bagian kuningnya.

Namun bukan berarti Anda tidak menikmati panganan yang seringnya dibuat satu tahun sekali ini. Raissa membagikan tips makan kue kering yang sehat yaitu sebelum makan, minum segelas air putih ditambah makan buah dan sayur dulu sekitar satu porsi.

"Nah baru setelahnya makan lengkap, tetapi tetap membatasi makanan yang digoreng, tinggi santan, terlalu manis, dan camilan tinggi kalori," imbau Raissa.

EKA WAHYU PRAMITA