Anak Demam saat Pandemi? Cek 3 Cara Penanganan dari Dokter Anak

Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

kesehatan

Anak Demam saat Pandemi? Cek 3 Cara Penanganan dari Dokter Anak

Jumat, 1 Mei 2020 03:00 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah orang tua mudah parno saat anak demam di tengah pandemi virus corona baru atau COVID-19. Sebabnya, demam salah satu ciri terinfeksi COVID-19.

Tapi ternyata jangan buru-buru menyimpulkan, lalu membawanya ke rumah sakit. Menurut Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Brawijaya, Attila Dewanti, ada tiga langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua. 

Langkah pertama, setiap orang tua wajib mengidentifikasi penyebab anak demam. Apabila suhu badan di atas normal (36-37,5 derajat Celcius) namun disertai dengan aktivitas seperti biasa, maka bisa disimpulkan bahwa anak mengalami dehidrasi saja.

“Selama anak lincah, gembira, bisa lari ke sana ke sini, makan tetap bagus, tapi demam, bisa saja itu karena anak kelelahan atau kurang minum. Cara mengatasinya cukup minum air putih atau diberi Air Susu Ibu atau ASI,” tuturnya.

Selain diberi banyak minum, langkah lain yang bisa dilakukan orang tua adalah melonggarkan pakaian anak. Attila menjelaskan pakaian tersebut dapat membantu penguapan tubuh agar panas lebih cepat turun.

“Rumusnya kalau suhu badan panas, jangan ditutupi selimut dan kaus kaki karena itu justru menghambat penguapan dan bisa menahan panas di dalam tubuh anak. Jadi, yang benar itu baju harus longgar,” ujarnya.

Apabila minumnya sudah cukup dan telah menggunakan pakaian yang longgar namun tetap panas, maka orang tua diperbolehkan untuk memberikan obat parasetamol kepada anak. Adapun semua jenis yang terjual bebas di pasaran diperbolehkan Attila.

“Yang penting dosisnya adalah 10 mg per kilogram berat badan. Misalnya, anak usia 1 tahun berat badannya 10 kilogram. Berarti dia butuh 100 mg parasetamol. Aturan minum obatnya jika terus demam adalah 8 jam sekali. Umumnya kondisi akan membaik, kalau tidak (membaik) baru ke dokter,” pungkasnya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA