Perencana Keuangan Bagi Tips Berhemat selama Pandemi Corona

Ilustrasi perencanaan keuangan (pixabay.com)

ragam

Perencana Keuangan Bagi Tips Berhemat selama Pandemi Corona

Kamis, 9 April 2020 10:45 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JAKARTA - Sejumlah orang berkisah lebih besar pengeluarannya selama di rumah saja untuk cegah penularan virus corona baru atau COVID-19. Beragam pemicunya antara lain lebih terpicu sering jajan, meningkatnya belanja produk kesehatan seperti multivitamin ataupun belanja berlebihan tanpa memperhitungkan kenaikan harga sejumlah barang. Lalu, langkah penghematan seperti apa yang harus kita lakukan di tengah pandemi corona ini?

Perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan semua harus diperhitungkan dengan ilmu keuangan, bukan dengan perasaan. Jangan jadikan bulan sebelumnya, terutama Februari, sebagai patokan menghitung pengeluaran karena situasinya berbeda. 

"Mulai minggu ini catat ulang dari hari ke hari, apa memang lebih boros atau enggak. Bisa ketahuan ada pos yang besar, tapi ada juga yang kecil," ucap Ligwina dalam live Instagram Tips Menjaga Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi yang diadakan Teman Bumil, Selasa, 7 April 2020.

Ilustrasinya akan ada ongkos keuangan yang hilang untuk transportasi seperti bensin dan parkir, belum kalau meeting di luar, masak sendiri lebih kecil bisa sampai seperlima makan di luar. Kemudian belum biaya entertainment juga mesti dicatat ulang.

"Kondisi ekonomi kan sedang nggak baik, tentu penghasilan juga berubah sementara utang cicilan harus dibayar, ditambah dengan pengeluaran rutin. Prioritas pada kebutuhan utama yakni cicilan dan pengeluaran rutin. Sementara tabungan, lifestyle, dan social life bisa diturunkan," imbuhnya.

Jika kondisi dana darurat Anda terbatas, maka bisa menggunakan tabungan yang Anda miliki. Jadi ilustrasinya tabungan (macam-macam jenisnya) adalah kendaraannya, exit-nya mau di mana dulu itu yang disebut dana darurat.

"Misal untuk persiapan dana darurat di masa sekarang, menjelang lahiran atau pendidikan anak. Pilih produk yang liquid dan risikonya minimal misalnya tabungan, deposito, reksadana, dan tabungan emas.

Menurut Ligwina meski secara pekerjaan masih aman namun bukan berarti tidak menyiapkan anggaran darurat, khususnya bertahan 5-6 bulan ke depan. "Kitalah yang menjaga dan mem-protect agar keuangan tetap stabil, catat ulang semua pos keuangan," tegasnya.

EKA WAHYU PRAMITA