Gerakan Yoga bagi Ibu Hamil, Hindari Posisi Menahan Perut

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita hamil melakukan yoga. ChinaFotoPress/ChinaFotoPress via Getty Images

Ilustrasi wanita hamil melakukan yoga. ChinaFotoPress/ChinaFotoPress via Getty Images

IKLAN

CANTIKA. COM, JAKARTA - Momen kehamilan tentu menjadi proses yang dinantikan bagi banyak perempuan. Dalam menjalani proses spesial tersebut, ada sejumlah ibu hamil yang mengeluh rasa sakit dan tidak nyaman dalam menjalani masa kehamilan.

Lalu, apa yang bisa ibu hamil lakukan agar lebih nyaman? Jawabannya berolahraga sebab bermanfaat bagi si ibu serta bayi. Salah satu olahraga ringan yang bisa dijalani ialah yoga. Gerakan yoga adalah latihan yang sangat aman dan efektif untuk ibu hamil. Selain memberikan kenyamanan, yoga juga bisa membantu mempersiapkan tubuh Anda untuk persalinan dan melahirkan. 

Hal di atas juga disampaikan oleh instruktur yoga Fitri Tasfiah. Untuk ibu hamil, Fitri merekomendasikan gerakan yoga yang lebih lembut, olah pernapasan, dan tidak banyak gerakan di daerah perut yang bisa memicu kontraksi. Ia menyarankan latihan yoga dilakukan saat usia kehamilan di atas empat bulan sampai jelang melahirkan.

Instruktur yoga dan tea lover, Fitri Tafsiah saat ditemui di acara Afternoon Tea with Darlie di Jakarta, Jumat 7 Februari 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

"Gerakannya pertama tidak ada penahanan perut seperti handstand atau headstand. Efeknya terlalu berisiko pada kondisi janin sebab bisa memicu kontraksi di area perut," kata Fitri usai ditemui dalam acara Afternoon Tea with Darlie di Jakarta, Jumat 7 Februari 2020.

Tak hanya itu, gerakan yang mencium lutut juga tidak disarankan karena akan menarik otot perut. Hindari pula posisi telentang. "Sebagai gantinya, ibu hamil bisa lakukan yoga dalam posisi setengah miring yang bisa ditopang dengan bantal," jelasnya.

Fitri memaparkan bahwa yoga untuk ibu hamil lebih menekankan kepada gerakan olah pernapasan. Kalau tarikan napas sudah mulai tidak teratur, maka ibu hamil diharapkan lebih rileks dan jangan terlalu memaksakan diri.

"Selama latihan nggak boleh capek, terlebih bernapas yang terlalu menekan perut. Intinya begitu merasa capek, langsung istirahat," tutur Fitri.

Sebab kalau masih dipaksakan bisa berdampak kepada bayi. Jadi lebih disarankan ke gerakan olah napas yang lebih menenangkan. "Misalnya relaxing dan stretching karena ada gerakan pembukaan untuk di bagian pinggul, tulang panggul, ototnya juga dikuatkan juga sebagai persiapan bukaan jalan lahir," saran Fitri.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."