Lawan Cyberbullying di Kantor dengan 12 Cara Ini

24_karier_ilustrasikerja

karir

Lawan Cyberbullying di Kantor dengan 12 Cara Ini

Jumat, 7 Februari 2020 19:55 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Cyberbullying tidak hanya menimpa remaja. Pekerja di kantor bisa mengalami hal yang sama. Pelaku sering menggunakan cyberbullying untuk mengintimidasi rekan kerja dan mengendalikan lingkungan mereka. 

Cyberbullying adalah penyalahgunaan internet untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Tidak seperti bullying atau perisakan fisik maupun verbal, cyberbullying tidak membutuhkan pertemuan tatap muka dan tanpa melibatkan kekuatan fisik.

Anda perlu mengetahui bagaimana harus merespons jika masalah tersebut menimpa Anda. Bila Anda tengah mengalaminya, jangan berdiam diri. Lindungi diri Anda dengan pilihan langkah-langkah di bawah ini.

Berikut 11 langkah untuk menghadapi cyberbullying di tempat kerja, seperti dilansir dari laman Verywell

 

1. Jangan segera menanggapi

Ketika rekan kerja mengatakan sesuatu yang menjengkelkan, mem-posting sesuatu yang tidak benar atau menyerang Anda secara online, luangkan waktu sejenak untuk mengumpulkan pikiran Anda. Tidak peduli seberapa banyak kata-kata itu menyakit Anda, jangan menanggapi dengan marah. 

Sebaliknya, ambil napas dalam-dalam agar tidak terpancing. Tujuannya bukan untuk bereaksi tetapi untuk merespons dengan cara yang masuk akal. Terkadang kita justru tidak perlu merespons sebab di lain waktu pekerjaan Anda mengharuskan Anda mempertahankan kontak dengan orang tersebut.

2. Jaga respons Anda agar tetap tenang dan rasional

Meskipun biasanya yang terbaik adalah mengabaikan cyberbullying, kadang-kadang situasi kerja mengharuskan Anda menanggapi email atau bentuk komunikasi lainnya. Jika Anda dapat merespons secara langsung daripada secara tertulis, lakukan itu. 

Tapi jangan menyerang secara langsung sebab bukan ide yang baik untuk menyerang dengan kata-kata dan tuduhan Anda sendiri. Tentunya Anda tidak ingin seluruh kantor menyaksikan pertukaran antara Anda dan rekan kerja lainnya.

3. Katakan pada pelaku jika Anda tidak ingin diganggu

Ingat, interpretasi Anda terhadap kata-kata tertulis mungkin berbeda dari yang dimaksudkan. Jadi pastikan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur tentang apa yang Anda anggap menyinggung.

Jangan menggunakan ancaman tetapi sebaliknya, dengan tenang mengindikasikan bahwa Anda tersinggung. Pastikan pelaku cyberbullying tahu bahwa Anda ingin komentarnya berhenti. Jika perilaku rekan kerja Anda tidak berubah dan cyberbullying berlanjut, saatnya Anda bersikap lebih tegas.

4. Cetak dan simpan salinan semua pelecehan

Cobalah untuk menyimpan semua pesan, komentar, dan unggahan sebagai bukti termasuk email, unggahan blog, media sosialtweet, pesan teks, dan sebagainya. Meskipun reaksi pertama Anda mungkin menghapus semuanya, tanpa bukti Anda tidak punya landasan kuat.

5. Jadilah profesional

Tidak peduli apa yang dikatakan atau dilakukan orang itu, cobalah untuk tetap tenang di tempat kerja. Tujuannya agar tetap tenang dan rasional. Jika Anda marah, mengunggah hal-hal negatif atau mengatakan sesuatu yang kemudian Anda sesali, ini bisa melukai posisi Anda di tempat kerja.

Ingat, si pelaku berharap mendapat reaksi dari Anda. Jangan biarkan ini terjadi. Jadilah seprofesional mungkin setiap saat.

6. Tutup pintu komunikasi

Batalkan akun jejaring sosial dan email pribadi saat ini dan buka akun baru. Jika cyberbullying terjadi melalui ponsel, ubah nomor ponsel Anda dan dapatkan nomor yang tidak terdaftar. Lalu, blokir dari situs jejaring sosial baru Anda, akun email, dan ponsel.

Cari tahu apakah program email perusahaan Anda memiliki filter yang memungkinkan hanya mereka yang ada di daftar "aman" untuk mengirimi Anda email. Dan jika mungkin batasi juga komunikasi online Anda di tempat kerja. 

7. Laporkan cyberbullying ke atasan

Penting bahwa Anda terus melaporkan setiap kejadian yang terjadi dengan menyertakan bukti. Jika bos Anda tidak mau menanggapi atau mengatasi cyberbullying, pertimbangkan untuk menghubungi polisi untuk mengajukan laporan. Walaupun mereka mungkin tidak dapat melakukan apa pun secara hukum, memiliki laporan tentang file itu penting jika intimidasi meningkat.

8. Laporkan cyberbullying ke penyedia layanan internet (ISP)

Ketika cyberbullying terjadi pada akun pribadi Anda atau terjadi di rumah, penting bagi Anda untuk melaporkan insiden tersebut. Pastikan untuk meneruskan salinan cyberbullying ke ISP Anda. Jika intimidasi terjadi di situs jejaring sosial, pastikan untuk melaporkannya juga kepada mereka. 

9. Laporkan penindasan cyberbullying anonim

Seringkali, polisi dapat melacak siapa yang mengirim email dan pesan. Ingat, Anda tidak harus tahan dengan cyberbullying. Sering kali, penindasan dunia maya akan meninggalkan jejak bukti yang jelas yang dilaporkan kepada pihak berwenang yang tepat bisa sangat berarti dalam mengakhiri masalah tersebut

10. Hubungi pihak berwenang jika sudah mengancam

Ancaman kematian, ancaman kekerasan fisik atau indikasi perilaku menguntit adalah melawan hukum dan harus segera dilaporkan. Anda juga harus melaporkan segala pelecehan jika berlanjut selama periode waktu yang panjang.

11. Mencari dukungan

Cyberbullying adalah masalah besar yang seharusnya tidak ditangani sendiri. Pastikan untuk mengelilingi diri Anda dengan teman dan keluarga yang mendukung. Cari orang yang bisa memahami apa yang sedang Anda alami. 

Ingatlah, ada baiknya berbicara dengan seseorang tentang apa yang Anda alami. Jadi pertimbangkan untuk mencari bantuan atau konseling profesional sehingga Anda dapat keluar dari masalah itu.

EKA WAHYU PRAMITA