Kebaya Romansa Isyana, Didiet Maulana: Aku Pernah Janji sama Dia

Isyana Sarasvati dalam balutan Kebaya Romansa Isyana yang dirancang oleh Didiet Maulana. Foto: Dok. Didiet Maulana

mode

Kebaya Romansa Isyana, Didiet Maulana: Aku Pernah Janji sama Dia

Minggu, 2 Februari 2020 17:15 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Isyana Sarasvati menikah dengan Rayhan Maditra hari ini, Ahad 2 Februari 2020. Pernikahan berlangsung khidmat dan intim dihadiri keluarga maupun kerabat dekat di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat. Penampilan Isyana melepas masa lajangnya terus mencuri perhatian. Penyanyi berusia 26 tahun itu tampak anggun mengenakan kebaya kutu baru putih rancangan Didiet Maulana.

Didiet menyebut rancangan istimewa tersebut dengan nama Kebaya Romansa Isyana. Desainer berkacamata ini menuturkan bahagia dipercaya Isyana untuk merancang busananya di hari istimewa.

“Waktu itu aku pernah janji sama Isyana. Aku bilang, ‘Syan nanti kapan-kapan bikin kebaya sama aku. Iya mas oke, jawabnya’. Trus ternyata pas bikinnya untuk hari spesialnya dia. Happy banget,” tutur Didiet saat dihubungi Cantika, Ahad, 2 Februari 2020.

Persiapan desain dan pembuatan kebaya dilakukan sejak enam bulan silam. “Prosesnya kurang lebih enam bulan pembuatannya. Cuma dari awal sampai akhir sangat menjaga kerahasiaan karena eksklusif untuk The Bride Story selaku media partner dan penyelenggara. Selama enam bulan ini, Isyana dua kali fitting. Ketika pertama kali jadi, Isyana langsung suka. Mencoba memberikan satu warna baru lagi dari look pengantin,” ungkap Didiet Maulana.

Tampak belakang kebaya pernikahan Isyana Sarasvati yang dirancang Didiet Maulana. Di bagian belakangnya terdapat ragam hias Eropa yang disebut buketan. Foto: Dok. Didiet Maulana

Lebih lanjut, ia memaparkan,“Aku mengajukan konsep karena Isyana pengennya Jogja. Jadi, aku bikin kebaya model kutu baru, tapi aku padukan dari inspirasi kebaya pesiar dari Jogja. Putri-putri Keraton kalau mau pesiar keluar dari lingkungan istana, mereka tuh ada satu seperti cape yang dipakai. Aku masukkan ide itu ke sana.”

Selain unsur budaya Yogyakarta, Didiet juga memasukkan ragam hias Eropa pada desain kebaya Isyana Sarasvati. “Untuk bahanya dari brokat Prancis. Kemudian di bagian belakang kebayanya ada ragam hias Eropa yang ingin saya masukkan. Karena di masa kerajaan-kerajaan Indonesia banyak sekali karakter ragam hias Eropa-nya. Aku masukkan yang klasik itu di bagian punggungnya, yakni model buketan,” tambah Didiet Maulana.

Di bagian pundak, tangan, dan bawah kebaya juga terdapat manik-manik yang memiliki efek moving saat Isyana bergerak.

Sementara itu, untuk kainnya Isyana dan Rayhan memakai kain batik Sidomulyo. “Artinya sido itu jadi, jadi mulia. Diharapkan keduanya menjadi pasangan yang lebih baik, menuju pada kemuliaan. Di-prada juga kainnya, diberi sentuhan emas oleh pengrajin di Yogyakarta,” ucap Didiet Maulana.