Ini Kata Ahli Gizi Mengenai Superfood

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Selama ini Anda mungkin familiar atau pernah mendengar istilah superfood atau makanan super. Nyatanya, istilah tersebut tidak umum digunakan oleh para pakar gizi dan ahli diet. Banyak pula di antara mereka yang membantah bahwa makanan tertentu memiliki manfaat kesehatan lebih super.

Penting untuk dipahami bersama bahwa tidak ada makanan tunggal yang memegang kunci kesehatan paling baik untuk mencegah beragam penyakit. Menurut dr. Diana Suganda, Sp.GK secara gizi tidak ada yang disebut makanan super. Istilah ini diciptakan untuk tujuan pemasaran agar mempengaruhi tren makanan dan menjual produk atau lebih dikenal dengan istilah gimmick.

"Jadi tidak ada istilah superfood, ya, cuma gimmick, sebab tidak ada bahan makanan yang lebih bagus di antara makanan lain. Tak ada istilah superfood yang ada every food is good," ucap dr. Diana usai ditemui di acara peluncuran Royco Nutrimenu di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

dr. Diana Suganda, Sp.GK usai ditemui di acara peluncuran Royco Nutrimenu di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.TEMPO/Eka Wahyu Pramita

Menurut Diana yang perlu digarisbawahi ialah variasi bahan makanan yang jarang kita masak atau makan, khususnya yang berasal dari Indonesia. "Kita punya daun kelor, okra, dan selada yang memiliki kandungan gizi penting, tapi jarang dilirik," jelas Diana.

Bagi Diana, istilah superfood tidak tepat karena yang terpenting ialah menjaga asupan gizi tetap seimbang, misalkan untuk orang dewasa dengan cara membatasi asupan kalori agar tidak berlebihan. Kemudian asupan gizi yang lain seperti protein, serat, vitamin, dan mineral juga seimbang dan disesuaikan porsinya.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."