Selain Genetik, Ini Penyebab Uban Muncul di Usia Muda

Ilustrasi wanita beruban. rapidhomeremedies.com

kesehatan

Selain Genetik, Ini Penyebab Uban Muncul di Usia Muda

Rabu, 22 Januari 2020 14:45 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Uban atau rambut abu-abu identik dengan orang lanjut usia atau lansia. Padahal, rambut ini juga bisa muncul di usia muda. Di antara kita pasti ada yang bertanya-tanya, kok bisa?

Ada banyak pemicunya, dan hal yang paling signifikan pengaruhnya adalah faktor genetik. Sama seperti warna kulit, jenis dan warna rambut setiap orang datang dari sel yang sama yaitu melanosit. Ini adalah sel penghasil melanin yang mengatur terang gelapnya warna kulit dan warna rambut manusia.

Sel melanosit pada folikel rambut juga memproduksi pigmen ketika rambut sedang bertumbuh. Pigmen demi pigmen ini tersalur ke dalam sel yang pada akhirnya membentuk batang rambut.

Dari waktu ke waktu, sel melanosit ini semakin sedikit memproduksi pigmen. Itulah saat warna rambut yang semula hitam menjadi beruban.

Jadi, apabila orangtua Anda cenderung memiliki rambut beruban di usia muda, besar kemungkinan Anda akan mengalami hal yang sama.

Selain faktor genetik, etnis dan ras seseorang juga berpengaruh. Sebagai contoh, ras kulit putih bisa memiliki rambut beruban sejak usia 20 tahun, sementara bagi ras Asia biasa mulai usia 25 tahun. Berbeda lagi halnya dengan populasi Afrika-Amerika, usia yang dianggap muda untuk memiliki rambut beruban adalah sekitar 30 tahun.

Faktor lain yang juga berkontribusi terhadap rambut beruban adalah kondisi kesehatan, seperti penyakit tiroid, kekurangan vitamin B6, kekurangan vitamin B12, kekurangan vitamin D, dan kekurangan vitamin E.

Orang yang merokok juga memiliki kerentanan 2,5 kali lebih tinggi memiliki rambut beruban sebelum usia 30 tahun. Hal lain yang mempengaruhi adalah paparan radikal bebas, stres akibat cedera, dan penggunaan cat rambut kimia berlebihan

Tapi tenang, rambut beruban bukan berarti indikasi bahwa Anda mengidap penyakit tertentu, kecuali pada kasus-kasus tertentu. Jika rambut beruban terjadi karena kondisi kesehatan pun, biasanya uban akan berhenti tumbuh ketika penyakitnya sudah diobati.

Untuk faktor yang terkait dengan gaya hidup seperti merokok dan terpapar radikal bebas, mengimbangi dengan banyak mengonsumsi makanan kaya antioksidan bisa jadi salah satu solusi.

Rambut beruban pada seorang pria kerap menjadi stereotipe bahwa seseorang telah matang dan berpengalaman. Namun hal sebaliknya berlaku bagi wanita. Ketika seorang wanita memiliki rambut beruban, akan selalu ada anggapan mereka tidak lagi menarik, tua, tidak produktif, dan sebangsanya.

Lagi-lagi, kecantikan seseorang – baik itu inner beauty maupun penampilan – tidak ditentukan oleh rambut beruban. Warna rambut, beruban tidaknya rambut, atau model rambut bukan penentu menarik tidaknya seseorang. Ada yang jauh lebih penting: seberapa besar seseorang menikmati hidup ini. Setuju?

SEHATQ