Ramai Kasus MeMiles, Begini Pertimbangan Wanita saat Berinvestasi

Ilustrasi berinvestasi. Shutterstock.com

ragam

Ramai Kasus MeMiles, Begini Pertimbangan Wanita saat Berinvestasi

Minggu, 12 Januari 2020 12:10 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Praktik investasi bodong MeMiles terbongkar oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya. Total omzet penipuan ini diperkirakan mencapai Rp 750 miliar yang melibatkan ratusan ribu anggota. Sejumlah figur publik pun terseret dalam kasus ini.

Modus produk investasi tersebut adalah menjanjikan hadiah fantastis kepada nasabah. Misalnya, dengan berinvestasi hanya ratusan ribu, nasabah bisa membawa pulang televisi, lemari es, pendingin ruangan, sampai mobil. 

Investasi merupakan kegiatan menanamkan modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat di kemudian hari. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi ada anggapan bahwa wanita masih jarang melakukannya. Sebabnya, tingkat literasi keuangan wanita dinilai lebih rendah dibanding laki-laki. Benarkah demikian?

Barbara Stewart, seorang peneliti dan penulis tentang masalah wanita dan keuangan seperti yang dilansir dari laman City A.M., Sabtu, 11 Januari 2020 mengatakan bahwa wanita lebih suka berinvestasi dalam hal dan masalah yang penting bagi mereka dalam jangka pendek. 

Dalam studinya, Barbara pernah mewawancarai 100 wanita tentang bagaimana mereka berinvestasi. Setidaknya setengah mengatakan mereka menghabiskan sebagian dari dana pensiun potensial pada hal yang penting bagi mereka sekarang daripada berinvestasi jangka panjang. 

"Faktanya, 25 persen dari mereka mengatakan jika menginvestasikan sebagian besar kekayaan mereka dalam bisnis yang secara langsung terkait dengan tujuan pribadi mereka," kata Barbara.

Meski banyak investasi yang menawarkan hadiah besar, wanita tak langsung tertarik. Sebab, bagi wanita khususnya yang sudah berkeluarga, investasi lebih baik dilakukan untuk kesehatan dan pendidikan.

"Wanita mencari peluang investasi yang mencerminkan nilai-nilai mereka.Lebih signifkan dampaknya dan dekat dengan kehidupan mereka," lanjut Barbara.

Menurut Barbara, hampir semua wanita respondennya lebih menyukai cerita tentang orang daripada grafik yang sering dijumpai pada investasi aset. Wanita lebih cenderung untuk berbagi masalah kehidupan nyata dengan teman-teman mereka dan generasi berikutnya; kehidupan keluarga adalah tujuannya. 

"Wanita cenderung berbicara tentang masalah uang dengan cara yang lebih membumi, dengan pandangan bagaimana situasi keuangan atau investasi mungkin memengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka saat itu," ungkap Barbara.

EKA WAHYU PRAMITA