Cek Mitos dan Fakta Hepatitis A, Tidak Memicu Kanker Hati

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi hepatitis. Shutterstock.com

Ilustrasi hepatitis. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di Depok masih menjadi perbincangan publik. Tak sedikit pula orang-orang yang mulai mencari informasi terkait cara pencegahan dan penyembuhan hepatitis A.

Sayangnya, informasi yang beredar sering menyesatkan masyarakat. Agar tidak salah informasi, Ketua Umum Perhimpunan Penelitian Hati Indonesia yang sekaligus spesialis gastroenterologi, Irsan Hasan, pun menjabarkan beberapa mitos dan fakta tentang hepatitis A.

Mitos pertama: Hepatitis A bisa menyebabkan sirosis dan kanker hati

Menurut Irsan, hal ini tidak benar sebab hepatitis A disebabkan oleh virus yang hanya masuk ke sitoplasma sehingga penyembuhannya sangat mudah dan tidak akan menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti sirosis dan kanker hati.

“Tidak perlu takut dengan hepatitis A karena virusnya bisa dibunuh kalau masih di sitoplasma. Jadi tidak akan menyebabkan penyakit kronis,” kata Irsan dalam acara Media Briefing di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta pada Rabu, 4 Desember 2019.

Mitos kedua: Hepatitis A membutuhkan pengobatan ekstra

Irsan juga tidak membenarkan hal ini. Menurutnya, Hepatitis A tidak memerlukan perlakuan khusus, bahkan mengkonsumsi antivirus atau antibiotik. Sebaliknya, istirahat yang cukup dan menerapkan gaya hidup bersih pun lebih digalakkan untuk mencapai kesembuhan.

“Hebatnya, penyakit ini tidak perlu minum obat juga sembuh. Jadi, tidak perlu khawatir, yang penting istirahat dan hidup bersih,” ungkap ia.

Mitos ketiga: Konsumsi makanan atau minuman yang manis dan menghindari lemak bisa mempercepat kesembuhan hepatitis A

Hingga kini, masih banyak orang yang percaya tentang hal ini. Padahal, menurut Irsan, tidak ada batasan dalam memilih makanan dan minuman bagi pasien hepatitis A. Ia justru menyarankan untuk mengkonsumsi semua makanan dan minuman yang memiliki nilai gizi tinggi.

“Mau makan atau minum tidak manis, yang berlemak, berminyak semuanya boleh ya. Tidak ada batasan, yang penting bernutrisi,” pungkas Irsan.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."