Cerita Stafsus Angkie Yudistia Saat Rapat Perdana: Pinjam Catatan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Angkie mengenakan outer warna beige dengan aksen kancing dan tali yang bisa dilepas pasang serta hijab senada dan inner berwarna broken white. Penampilannya semakin sempurna dengan aksesoris anting tassel sebagai statement. Ia merupakan lulusan London School Public Relations dan pernah menerbitkan buku berjudul 'Become Rich as Sociopreneur'. Instagram/@angkie.yudistia

Angkie mengenakan outer warna beige dengan aksen kancing dan tali yang bisa dilepas pasang serta hijab senada dan inner berwarna broken white. Penampilannya semakin sempurna dengan aksesoris anting tassel sebagai statement. Ia merupakan lulusan London School Public Relations dan pernah menerbitkan buku berjudul 'Become Rich as Sociopreneur'. Instagram/@angkie.yudistia

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaAngkie Yudistia bersama staf khusus (stafsus) presiden lainnya datang lagi ke Istana Negara untuk menghadiri rapat perdana pada Senin 2 November 2019. Momen kebersamaan rapat perdana itu dibagikan Angkie Yudistia di Instagram dengan unggahan empat foto dalam suasana berbeda.

Angkie memilih swafoto bersama Presiden Jokowi dan stafsus lainnya yang hadir saat itu. Ibu dua putri ini menuliskan kesan dan pengalamannya di rapat perdana tersebut. “Seru bangetttttt! Sebagai hari pertama bertugas, aku nyasar-nyasar di lingkungan istana, seluas itu memang, karena ada 5 jadwal berbeda yang aku kerjakan. Dari bertemu wartawan, meeting jubir, tugas gugus muda, meeting tentang administrasi, dan meeting perdana dengan Bapak Presiden,” tulis Angkie di keterangan foto.

(Kedua dari kiri bawah) Angkie Yudistia bersama Presiden Joko Widodo dan staf khusus presiden lainnya saat rapat perdana Senin 2 Desember 2019 di Istana Negara. Instagram.com/@angkie.yudistia

Kemudian CEO Thisable Enterprise ini menuturkan ia masih beradaptasi dengan suasana baru dengan belajar mempelajari gerakan bibir orang-orang yang berada di rapat.

“Aku aman gak? Sebenernya gaaaakk. Karena orang-orang baru, gerakan bibir baru, dan meeting secara forum. Aku belum terbiasa, jelasssss aku gak denger apapun. Jadi semua roaming,” ujar perempuan berusia 32 tahun ini.

Di masa adaptasi tersebut, Angkie memilih meminjam catatan rekan stafsus lainnya dan meminta izin membawa ponsel di rapat selanjutnya. Apa pertimbangannya?

“Akhirnya aku pinjem catatan Rekan SKP lainnya, dan minta ijin besok-besok kalo meeting boleh bawa hp karena aku butuh aksesibilitas applikasi "speech-to-text", dan diperbolehkan! Horeee!” pungkas anggota Asia Pacific Deaf Person ini.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."