Survei: 34 Persen Pasangan Menikah Pernah Selingkuh

Ilustrasi selingkuh. shutterstock.com

cinta

Survei: 34 Persen Pasangan Menikah Pernah Selingkuh

Kamis, 21 November 2019 21:00 WIB
Reporter : Bisnis.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Saat sudah menikah, risiko selingkuh sesekali menggoyangkan biduk rumah tangga Anda dengan pasangan. Apalagi jika sedang ada masalah menerpa dan pasangan berubah, mulailah imajinasi buruk bermain di kepala. Apakah menurut Anda peluang selingkuh saat dalam ikatan pernikahan lebih kecil dibandingkan masa pacaran? Tak usah menerka-nerka, kita coba menelisik dari survei terbaru

Reckitt Benckiser (RB) Indonesia melalui merek kondomnya Durex, baru-baru ini mengadakan sebuah survei online yang menargetkan kepada pengantin baru di lima kota besar di Indonesia.

Survei ini dilakukan demi mengeksplorasi peran kontrasepsi, dengan perhatian khusus kepada pencegahan HIV/AIDS di antara pasangan yang baru menikah.

Dalam survei ini ditemukan fakta yang menarik kalau 34 persen dari responden pasangan menikah mengaku pernah berselingkuh dengan orang lain, sementara itu 41 persen dari 34 persen dari yang disebutkan di atas mengaku mereka sering berselingkuh.

Namun, mayoritas 84 persen responden pasangan yang baru menikah memahami pentingnya mendiskusikan reproduksi kesehatan seksual dengan pasangannya. Sebab hal ini terkait dengan keterbukaan mereka dalam mendiskusikan hubungan seksual dengan pasangannya.

Dari semua responden yang baru menikah, jika ditanya apakah mereka terinfeksi PMS (Penyakit Menular Seksual), 52 persen akan mendiskusikannya secara terbuka dengan pasangan mereka dan pergi ke dokter, sementara 39 persen akan pergi ke dokter tanpa memberi tahu pasangan mereka.

Ironisnya, 90 persen pengantin baru sebenarnya setuju kalau loyalitas dan bertahan dengan satu pasangan adalah cara efektif untuk mencegah diri dari penularan penyakit seksual.

Survei konsumen ini melibatkan JAKPAT (Jajak Pendapat), sebuah platform survei online yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Yogyakarta dengan mengambil total responden berjumlah 1.500 orang yang mencakup berbagai status sosial, dengan keseimbangan jenis kelamin.