6 Kesalahan Memasak Nasi, Termasuk Takaran Air Tidak Pas

Ilustrasi nasi (Pixabay.com)

ragam

6 Kesalahan Memasak Nasi, Termasuk Takaran Air Tidak Pas

Jumat, 8 November 2019 11:35 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta -  Walaupun nasi menjadi makanan pokok kebanyakan orang Indonesia, acapkali sering terjadi kesalahan dalam prosesnya. Sekalipun menggunakan rice cooker, kelalaian seperti nasi terlalu lembek atau bahkan rasanya kurang lezat masih kerap terjadi. Agar Anda tidak mengalami hal tersebut, ada baiknya mengulik tips di bawah ini.

Berikut enam kesalahan yang paling sering terjadi saat memasak nasi mengutip laman Insider

 

1. Memperlakukan semua jenis beras sama

Jangan pernah memasak nasi dengan cara yang sama. Setiap beras memiliki perlakuan yang berbeda. Sebagai contoh, beras merah membutuhkan waktu memasak lebih lama dan air yang lebih banyak untuk memasaknya daripada nasi putih.

Beberapa jenis beras, seperti basmati atau beras yang memiliki aroma seperti pandan, bahkan disarankan direndam terlebih dahulu sebelum dimasak. Merendam beras membuat waktu memasak lebih singkat sehingga aroma beras tidak hilang dalam proses memasak.

2. Takaran air tidak pas

Kekurangan air bisa membuat nasi keras, sedangkan kebanyakan bisa membuatnya lembek, seperti bubur. Gunakan takaran beras untuk mendapatkan ukuran air yang pas. Jika tak punya, Anda bisa menggunakan buku jari. Aturan umumnya adalah air dua kali lebih tinggi dibandingkan beras. Tapi perlu diketahui bahwa banyak atau sedikitnya air tergantung pada jenis beras.

3. Tidak mencuci beras

Ada beberapa orang yang tidak mencuci beras terlebih dahulu sebelum memasaknya. Bilas beras beberapa kali di bawah air mengalir sebelum dimasak. Banyak orang berpendapat tiga kali mencucinya, tapi ada yang mengatakan sampai airnya tidak terlalu keruh lagi.

Sebagian jenis beras direndam terlebih dahulu sebelum memasak. Tapi jika ingin mendapatkan nasi ala sushi, sebaiknya jangan direndam. "Alih-alih merendam beras setelah pembilasan keempat, tiriskan, dan biarkan beristirahat di saringan selama satu jam sebelum dimasak. Ini menghasilkan nasi yang dimasak dengan kuat, yang sangat cocok untuk dimakan dengan saus cuka," kata ahli kuliner Jepang dan instruktur Hiroko Shimbo dalam bukunya "The Japanese Kitchen."

4. Mengintip nasi saat dimasak

Jika memasak nasi menggunakan rice cooker, Anda tidak perlu sering-sering mengeceknya. Tapi jika Anda memasaknya dengan panci, ada godaan untuk mengintipnya. Sebaiknya jangan lakukan itu.

Setiap kali mengangkat tutupnya, Anda mengeluarkan uap dan menurunkan suhu di dalam panci. Nasi juga tidak perlu diaduk saat sedang dimasak. Faktanya, mengaduk nasi saat sedang memasak dapat memecah biji-bijian dan membuatnya jadi lebih halus. Sebagian orang menyukai tekstur ini tapi sebagian lagi tidak.

5. Suhu terlalu tinggi

Jika memasak nasi dengan kompor, gunakan api paling kecil, lalu tutup panci rapat-rapat. Kalau perlu, gunakan pengatur waktu lalu tinggalkan. Memasak nasi pada suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan nasi matang tidak merata. Bagian luarnya mungkin lunak, sementara bagian dalamnya masih keras dan mentah. Bahkan bisa gosong.

6. Tidak menganginkannya setelah dimasak

Kebanyakan orang memasak nasi menggunakan rice cooker atau magic jar sehingga bisa selalu panas saat ingin dimakan. Sebelum disajikan, ada baiknya Anda mengaduknya terlebih dahulu sambil mengangin-anginkannya selama 10 menit. Dengan begitu, nasi Anda tidak akan menggumpal dan memiliki tekstur optimal.

MILA NOVITA