Kulit Salak dan Kayu Secang Diklaim Bisa Menurunkan Kolesterol

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi salak (pixabay.com)

Ilustrasi salak (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 diungkapkan bahwa 35 persen masyarakat Indonesia mengidap dislipidemia atau kolesterol tinggi. Jika tidak dikontrol, kondisi itu bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke, hingga kematian.

Ini berarti, menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang tepat agar kadar kolesterol tetap terjaga perlu dilakukan. Seorang pria asal Bali, I Wayan Karta, menemukan alternatif murah dan enak yang bisa dikonsumsi oleh penderita kolesterol dengan menggunakan kulit salak dan kayu secang.

Kulit salak dan kayu secang ini dicampur bersama serbuk teh. Setelah diseduh dan diminum, Wayan mengatakan campuran ini bisa langsung mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

“Ada 10 sampai 20 persen bisa menurun,” kata pria berusia 32 tahun itu dalam acara "Nutrifood Research Center Grant" di Jakarta pada 31 Oktober 2019.

Wayan menjelaskan jika kulit salak mengandung isoflavon, vitamin C, dan serat kasar yang bisa menghambat pembentukan kolesterol dalam darah. Sedangkan kayu secang dikenal tinggi brazilin sehingga mampu menjaga fungsi hati dan jantung agar tetap sehat.

“Di Bali, keduanya ini sangat mudah didapat. Jadi, kami gunakan sebaik mungkin dan ada manfaatnya juga,” katanya.

Pengujian memang baru dilakukan pada tikus. Namun, lebih lanjut Wayan berharap agar ini bisa segera diuji laboratorium untuk penyempurnaan dan diberikan kepada manusia.

“Harapan saya semoga bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih sehat dan angka penderita kolesterol dapat terus turun,” katanya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."