Hindari Terik Matahari di Jam Ini Sebab Bikin Kulit Lebih Gelap

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi kulit orang kota. Shutterstock

Ilustrasi kulit orang kota. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Paparan sinar matahari langsung pada kulit bisa menimbulkan efek negatif, dari sekadar memerah, terbakar, menghitam, hingga memicu kanker. Ada tiga jenis sinar radiasi yakni ultraviolet, yaitu ultraviolet A (UVA) dengan gelombang panjang, ultra violet B (UVB) dengan gelombang pendek, dan ultra violet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek.

Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Jadi, di antara semua sinar ultraviolet, UVC adalah yang paling merusak kulit. Untungnya, lapisan ozon bumi mampu menghalau sinar UVC sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang menembus ke bumi.

"Untuk mudahnya, bayangkan sinar UVA sebagai UVAging dan UVB sebagai UVBurning. Jika terpapar sinar matahari terlalu lama, UVA akan menembus lapisan kulit lebih dalam dan dapat menyebabkan penuaan kulit berupa keriput dan noda hitam," kata dermatolog Nana Novia Jayadi dalam keterangan pers.

Lalu, jam berapa sinar UVA dan UVB bisa membuat kulit gosong? "Secara umum, radiasi UVA dan UVB pada kulit paling tinggi terpapar pada rata-rata jam 11.00 sampai jam 14.00," kata dr. Nana.

Apalagi, secara klinis jenis kulit orang Indonesia masuk dalam kategori Phototype antara nomor IV dan V menurut Fitzpatrick, artinya kulit orang Indonesia memang kaya zat pewarna kulit atau melanin. "Oleh karena itu kulit lebih mudah menggelap saat terpapar sinar matahari," ucap ia.

Paparan sinar UVA yang ekstrem, bahkan bisa menyebabkan kanker. "Dan, terpapar sinar UVB terlalu lama akan membakar kulit dan mempengaruhi melanin, sehingga mengakibatkan kulit yang lebih gelap," ia menjelaskan, meski pembentukan vitamin D pada tubuh adalah hasil paparan sinar matahari yang mengandung sinar UVB.

Kondisi makin diperparah dengan polusi, keringat, debu dan kotoran yang kemudian memicu munculnya noda hitam pada kulit. Di bawah satu noda hitam yang kecil tersebut, terdapat jutaan sel pigmen yang rusak.

"Oleh karena itu, untuk mencegah kerusakan sel-sel pigmen akibat sering terpapar sinar matahari, maka penggunaan Vitamin C secara topikal (langsung pada kulit) dapat menjadi pilihan. Vitamin C adalah zat anti oksidan yang teruji aman dan efektif untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan noda hitam," imbuh dr. Nana.

Vitamin C berfungsi untuk mencegah pembentukan melanin yang terlalu banyak secara aman dan efektif agar warna kulit tidak semakin gelap. "Dengan pemakaian teratur, secara perlahan (tidak instan) kulit akan tampak makin cerah sesuai warna kulit kita masing-masing. Noda hitam juga dapat disamarkan," tandas dr. Nana.

ANTARA 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."