Ria Miranda Jadi yang Pertama Manfaatkan AI dalam Fashion

Talkshow 10 Langkah Ria Miranda bersama para kolaborator dari Microsoft Indonesia, Nusae, dan FFFAAARRR di Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019 (TEMPO/Ecka Pramita)

kecantikan

Ria Miranda Jadi yang Pertama Manfaatkan AI dalam Fashion

Jumat, 25 Oktober 2019 17:50 WIB
Reporter : Eka Wahyu Pramita Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JAKARTA - Ria Miranda genap satu dekade atau 10 tahun berkarya dalam industri fashion muslim Indonesia pada 2019. Di stage ini, Ria Miranda tak mengurangi kecepatannya dalam berinovasi. Ia beradaptasi dengan perkembangan zaman, salah satunya pemanfaataan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Bekerja sama dengan Microsoft Indonesia, Ria Miranda menyuguhkan koleksi best seller pattern dengan menggunakan teknologi berbasis AI. Ini merupakan kolaborasi AI dan fashion kali pertama di Indonesia. Tidak hanya itu, kerja sama ini juga membuktikan bahwa AI bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari ke depannya, seperti peningkatan nilai industri kreatif di Indonesia.

Director of Marketing and Operations Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti mengatakan teknologi AI pada Microsoft Rinna bisa menginspirasi industri fashion untuk berinovasi agar industri ini terus berkembang.

"Dalam kolaborasi ini, Microsoft Rina bisa mengkreasikan pola-pola dalam koleksi hijab Ria Miranda, mendorong produktivitas, dan kreativitas pelaku industri. Harapan kami bisa memotivasi industri mode untuk bisa meningkat kompetensinya," ucap Linda yang ditemui usai Talkshow 10 Langkah Ria Miranda di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis 24 Oktober 2019.

Koleksi kolaborasi dengan Microsoft Rinna menggunakan teknologi Artificial Intelligence menghadirkan pattern 10 tahun perjalanan Ria Miranda. (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

Lalu, seperti apa proses AI dalam menciptakan sehelai scarf? Linda mengatakan sebelum didesain AI, Ria Miranda terlebih dulu memberikan keyword atau kunci produk apa saja yang akan dirancang. "Lalu Ria memberi keyword seperti perjalanan 10 tahun, geometri hingga persaudaraan. Setelah itu, AI akan mengolahnya menjadi pattern seperti yang diinginkan," jelas Linda.

Di mata Ria Miranda, melalui kolaborasi ini daya kreativitas justru semakin terbantu, bukan hilang. Menurut desainer 34 tahun ini, keyword yang ia berikan bukan serta merta jadi, tapi dikurasi, dipadukan lagi dengan desain serta ditambah signature style Ria Miranda juga.

"Prinsipnya teknologi ini sifatnya membantu dan memudahkan ya, sebagai bentuk keterbukaan kami pada teknologi," ucap perempuan asal Padang ini.