Ragam Motif Batik Betawi Kreasi Ibu-ibu Rusunawa Marunda

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Koleksi batik Marunda Yayasan Meek Nusantara yang dikolaborasikan dengan merek fashion SAMASAMA, (X) S.M.L dan Mira Hadiprana, di Plaza Indonesia, Jakarta. dok. PR

Koleksi batik Marunda Yayasan Meek Nusantara yang dikolaborasikan dengan merek fashion SAMASAMA, (X) S.M.L dan Mira Hadiprana, di Plaza Indonesia, Jakarta. dok. PR

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Yayasan Meek Nusantara menampilkan koleksi batik Marunda dalam fashion show Menyentuh Hati-Mengubah Hidup, di Plaza Indonesia, Jakarta. Koleksi batik tersebut merupakan karya para ibu di Rusunawa Marunda yang aktif membatik bersama Yayasan Meek Nusantara.

Selain itu, koleksi batik Marunda dikolaborasikan dengan merek fashion SAMASAMA, (X) S.M.L dan Mira Hadiprana menjadi 36 busana menarik. Busana-busana tersebut bakal dilelang, hasilnya akan diberikan untuk pelatihan batik bagi ibuibu di Rusunawa agar nantinya bisa menciptakan karya yang lebih baik dengan warna lebih kaya.

General Manager Marketing Plaza Indonesia, Zamri Mamat mengatakan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Yayasan MEEK Nusantara ini. "Kami berharap acara ini dapat mendukung masyarakat Marunda untuk bisa melangkah maju dengan lebih baik melalui kegigihan, keindahan dan kreativitasnya yang dituangkan dalam batik Marunda." ujarnya dalam keterangan resmi. 

Koleksi batik Marunda Yayasan Meek Nusantara yang dikolaborasikan dengan merek fashion SAMASAMA, (X) S.M.L dan Mira Hadiprana, di Plaza Indonesia, Jakarta. dok. PR

Sementara wakil ketua Yayasan Meek Nusantara, Mieke Kolonas mengatakan melalui fashion ini ingin memperkenalkan batik Marunda kepada khalayak luas. Batik Marunda yang dihasilkan ini masih mengangkat warna-warna dasar seperti hitam,
merah dan biru. 

Para ibu di Rusunawa Marunda dilatih untuk mencanting motif batik yang dirancang oleh Wendy Sibarani. Keanekaragaman flora dan fauna Jakarta dituangkan dalam gambar batik bak lukisan, seperti motif teratai dari Lebak Bulus yang memperlihatkan daun teratai dan kura-kura. Rancangan ini terinspirasi dari bulus, kura-kura air tawar yang hidupnya bergerombol di Lebak Bulus. Dulu, tanah di sana dilalui oleh kali Grogol dan kali Pesanggrahan yang jadi tempat hidup kura-kura (bulus).

Ada juga motif Bunga Bandotan di taman Menteng yang terinspirasi dari bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan. Wendy juga membuat motif Burung Kipasan Belang. Kain warna hitam dengan hiasan burung biru itu terinspirasi dari kekayaan fauna di pulau Seribu. Burung Kipasan punya kicauan merdu yang aktif berpindah tenggeran.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."