Kenali Pemicu Mata Kering dan Tips Mengatasinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi mata wanita. Unsplash.com/Alexandra Gorn

Ilustrasi mata wanita. Unsplash.com/Alexandra Gorn

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pernahkah mengalami mata kering usai menatap lama gawai atau komputer Anda? Kondisi mata kering terjadi saat hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai berbagai gejala, salah satunya kerusakan atau peradangan pada permukaan mata.

Gejala lainnya, kata dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC), Dr Nina Asrini Noor, SpM, adalah air mata tidak stabil dan peningkatan kekentalan air mata. Kondisi itu disebabkan sejumlah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat obatan.

Namun, aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, membaca buku dan mengemudikan kendaraan dapat menjadi faktor penyebab mata lelah dan kering.

"Karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya.

Agar tak mengalami mata kering, ada beberapa gaya hidup yang perlu dimodifikasi, antara lain mengurangi paparan AC, membatasi kegiatan dengan atensi visual tinggi antara lain mengurangi durasi di depan monitor atau gawai dan penggunaan lensa kontak sesuai instruksi dokter mata.

Cara lainnya, lakukan kompres hangat pada kelopak mata dan menjaga kelopak mata tetap higienis, konsumsi air dalam jumlah yang cukup. Aplikasikan tetes mata lubrikan (artificial tears) untuk membantu meringankan gejala mata kering.

"Apabila gejala tidak berkurang, kami menganjurkan lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata untuk mengetahui diagnosis yang tepat dan penanganan yang baik," saran Nina.

ANTARA 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."