9 Trik Jitu Wawancara Kerja, Termasuk Jangan Bicara Bertele-tele

Reporter: Tempo.co
Editor: Silvy Riana Putri
Rabu, 11 September 2019 14:00 WIB
9 Trik Jitu Wawancara Kerja, Termasuk Jangan Bicara Bertele-tele

CANTIKA.COM, Jakarta - Sesi wawancara kerap diidentikkan dengan tahapan menyeramkan bagi para pelamar. Sebab mereka harus mempresentasikan diri dan menjawab beragam pertanyaan dengan calon atasan, perwakilan sumber daya manusia (SDM), dan atasan tertinggi lainnya. Wawancara memang poin penting bagia perusahaan saat merekrut karyawan baru. Umumnya, perusahaan hanya akan memilih calon karyawan yang lebih menonjol daripada kandidat lain.

Ahli karir dan penulis buku Knockout Interview, John Lees, menjelaskan sejumlah tips untuk membuat diri Anda menonjol ketika melakukan wawancara kerja, mulai dari memulai percakapan sederhana hingga penutup yang luar biasa.

Berikut 9 tips agar siap dalam wawancara kerja

1. Buka percakapan dengan baik
Memberi kesan pertama sangat penting ketika melakukan wawancara kerja. Pada 20 detik pertama, perekrut akan menilai kandidat kerja berdasarkan berbagai hal, termasuk bagaimana mereka membuka percakapan. Menurut Lees, salah satu poin penting dalam memulai percakapan wawancara kerja adalah dengan menunjukkan rasa percaya diri.

"Apa pun pertanyaan yang diberikan, misalnya mengenai perjalanan karir sebelumnya atau bahkan tentang cuaca hari itu, mulailah percakapan dengan positif dan percaya diri," sarannya di dalam Daily Mail.

2. Fokus pada posisi yang diinginkan
Pengetahuan mendalam mengenai posisi yang diincar kandidat tentunya akan menjadi nilai plus di mata perekrut. Tak kalah penting, jangan lupa untuk meyakinkan perekrut bahwa Anda adalah pilihan terbaik untuk pekerjaan tersebut.

"Sebelum hari wawancara, teliti baik-baik tugas yang akan dilakukan pada pekerjaan tersebut dan ceritakan pada perekrut mengenai pengalaman yang berkaitan dengan tugas tersebut," papar Lees.

3. Ceritakan kemampuan yang sesuai
Mungkin Anda adalah kandidat yang penuh bakat dan kemampuan. Untuk meyakinkan perekrut, ceritakan semua kepiawan tanpa memikirkan apakah keterampilan tersebut sesuai atau tidak dengan tugas posisi yang diincar. Hal ini justru membuat perekrut mencoret nama Anda dari kandidat potensial karena tidak sesuai dengan yang mereka cari. Untuk menghindarinya, ceritakanlah hanya keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang diincar.

Ilustrasi wawancara kerja. shutterstock.com

Selanjutnya dengarkan pertanyaan yang diberikan

4. Dengar baik-baik pertanyaan yang diberikan
Ini mungkin klise, tetapi mayoritas orang ketika melakukan wawancara kerja merasa gugup dan berada di bawah tekanan sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan baik dan tepat. Lees menegaskan bahwa kandidat harus senantiasa waspada dan fokus kepada pertanyaan yang diberikan sebelum menjawabnya.

5. To the point
Perekrut kerja adalah orang-orang sibuk yang tidak memiliki waktu banyak untuk mewawancara satu atau dua kandidat såja. Jangan habiskan waktu mereka dengan bicara berputar-putar tanpa jelas intinya.

"Jawaban yang singkat dan padat akan membantu perekrut untuk menyelesaikan pekerjaannya dan dapat meningkatkan pertimbangan mereka terhadap kandidat," ungkap Lees.

6. Tunjukan antusiasme
Menunjukkan semangat dan gairah tinggi untuk posisi yang diincar akan membuat perekrut paham bahwa Anda benar-benar menginginkannya. Ceritakan ketertarikan pada pekerjaan tersebut dengan tegas dan penuh antusias.

7. Jangan terlalu mudah ditebak
Beberapa pertanyaan dalam wawancara kerja memang sering kali mudah diprediksi. Namun, bukan berarti Anda boleh balik menjawabnya dengan jawaban klise atau umum.

"Perekrut kerja telah mendengar ribuan jawaban standar dari berbagai kandidat, sehingga Anda tidak akan menonjol," kata Lees. Ubah jawaban standar menjadi luar biasa dengan menggunakan kalimat sendiri.

8. Bercerita
Buat diri menonjol dan berkesan dengan mencgubah fakta menjadi cerita menarik agar perekrut dapat terus mengingat Anda. Untuk menghindari cerita yang berputar-putar, sebelum wawancara, berlatihlah untuk membungkus pengalaman dan motivasi dalam sebuah kisah menarik.

9. Beri penutup yang berkesan
Menurut Lees, hal yang akan paling diingat oleh perekrut kerja adalah kalimat pertama dan terakhir yang Anda ucapkan. "Karena itu, tutuplah percakapan dengan menegaskan secara jelas bahwa Anda orang yang tepat untuk posisi tersebut."

YAYUK WIDIYARTI