Kiat Sehat Memakai Minyak Goreng, Jangan Dipakai Berulang

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi memasak. Unsplash.com/Jason Briscoe

Ilustrasi memasak. Unsplash.com/Jason Briscoe

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tak bisa dipungkiri makanan yang digoreng jadi menu teratas kegemaran masyarakat Indonesia. Mengingat proses tahapan memasak digoreng dirasa praktis dan cepat serta memberikan sensasi renyah saat disantap. Namun perlu diperhatikan banyak efek samping makanan yang digoreng untuk kesehatan, lebih baik diantisipasi dengan beragam pemilihan jenis minyak goreng yang sehat dan aman hingga proses penggunaan minyak goreng.

Menurut American Heart Association, untuk menjaga kesehatan jantung, Anda sebaiknya memilih produk minyak goreng dengan kandungan lemak jenuh di bawah empat gram per sendok makan. Pastikan juga produk minyak goreng tersebut tidak mengandung lemak trans atau minyak terhidrogenasi. Selain memilih jenis minyak, Anda mesti berhati-hati menggunakan minyak goreng. 

Berikut ini sejumlah cara penggunaan minyak goreng agar aman dan maksimal manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

1. Hindari menggunakan kembali

Jangan memanaskan ulang atau menggunakan kembali minyak goreng bekas memasak. Bagi Anda yang masih menerapkan hal itu, ubahlah mulai saat ini.

2. Jangan terlalu lama memanaskan

Bagaimana pun, minyak goreng akan rusak setelah melewati titik asapnya. Bila Anda tak sengaja terlalu lama memanaskan minyak goreng hingga berasap, disarankan untuk menggunakan minyak baru. 

3. Hindari deep frying

Kurangi memasak makanan dengan metode deep frying. Minyak goreng sehat lebih baik digunakan untuk menumis atau shallow frying saja.

4. Simpan di tempat sejuk

Simpan persediaan minyak goreng sehat di tempat yang sejuk dan tidak terkena cahaya matahari supaya minyak tidak rusak atau teroksidasi.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."