9 Pantangan yang Harus Diketahui Ibu Hamil di Trimester Ketiga

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Memasuki kehamilan trimester ketiga atau hamil tua, ibu hamil semakin dekat berjumpa dengan buah hatinya. Selain dipenuhi kegembiraan, para ibu hamil di trimester ketiga juga mengalami sejumlah perubahan fisik maupun mental. Seperti makin mudah lelah, sakit punggung, sesak napas, moody hingga lebih sering buang air kecil. Selain perubahan tersebut, ibu hamil trimester ketiga juga harus menghindari sejumlah kegiatan yang bisa menganggu kesehatan ibu dan janin.

Berikut ini sejumlah pantangan bagi ibu hamil di masa kehamilan trimester ketiga.

1. Minum alkohol

Ketika ibu hamil minum alkohol, zat ini akan melewati plasenta dan dapat memengaruhi janin. Minum alkohol secara berlebihan ketika hamil, apalagi saat hamil tua, bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti kelainan fisik, cacat intelektual, kejang, pertumbuhan yang buruk, keterlambatan perkembangan, dan lainnya.

2. Mengonsumsi daging dan ikan mentah

Daging dan ikan mentah tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena berpotensi mengandung salmonella dan toksoplasmosis yang menyebabkan cacat lahir.

3. Merokok

Ibu hamil yang merokok, terutama sedang hamil tua, memiliki risiko masalah dengan plasenta, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, prematur, cacat lahir, atau mengalami gangguan dalam belajar kelak.

4. Mengonsumsi kafein berlebihan

Seperti halnya alkohol, kafein juga dapat melewati plasenta dan memengaruhi janin. Mengonsumsi kafein berlebih dapat membahayakan janin dan meningkatkan risiko keguguran serta berat lahir rendah. Sebaiknya, ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 1,5 cangkir kafein per hari.

5. Berendam di air panas dan sauna

Berendam di air panas dan sauna berbahaya untuk ibu hamil karena dapat meningkatkan suhu tubuh yang dapat menyebabkan masalah pada bayi, seperti meningkatkan risiko cacat lahir.

6. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Ibu hamil harus menghindari konsumsi obat-obatan tertentu karena dapat membahayakan janin. Dokter mungkin akan menyarankan untuk menghindari ibuprofen atau obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya.

7. Berbaring telentang

Ibu hamil tidak boleh berbaring telentang karena rahim yang tumbuh dapat menekan pembuluh darah utama hingga menyebabkan tekanan dan nyeri pada panggul. Selain itu, berbaring telentang juga mampu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah yang membuat ibu hamil merasa pusing dan sesak.

8. Bepergian jauh

Ibu hamil yang sedang hamil tua, sebaiknya tidak bepergian jauh karena bisa saja terjadi persalinan yang tak terduga. Selain itu, dapat pula menimbulkan masalah lain, seperti komplikasi kehamilan, terpapar virus, atau meningkatkan pembentukan darah beku jika duduk terlalu lama.

9. Tidak melakukan aktivitas yang berat

Ketika sedang hamil tua, akan lebih baik jika ibu hamil tidak melakukan aktivitas yang berat karena dapat membahayakan diri sendiri dan janin. Berbagai pantangan tersebut harus dipatuhi oleh ibu hamil. Hal itu bertujuan agar ibu hamil dan janin dapat terus sehat hingga janin berhasil dilahirkan.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."