Kisah Upah Pembuat Selimut Organik Archie Putra Meghan Markle

Duchess of Sussex Meghan Markle mengusap wajah bayinya saat mengenalkannya ke publik, di St George's Hall, Kastil Windsor, Berkshire, Inggris, Rabu, 8 Mei 2019. Archie lahir dengan berat badan 3,2 kilogram. Dominic Lipinski/Pool via REUTERS

ragam

Kisah Upah Pembuat Selimut Organik Archie Putra Meghan Markle

Jumat, 2 Agustus 2019 12:01 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Sebagai anggota keluarga baru di Kerajaan Inggris, penampilan Archie Harrison Mountbatten-Windsor, putra Pangeran Harry dan Meghan Markle terus dinanti oleh publik. Saat menemani Pangeran Harry bermain polo akhir Juli 2019, Meghan Markle membawa serta putranya. Di momen itu terlihat Markle menggendong Archie yang tubuhnya ditutupi selimut putih dari bahan organik dan bermotif.

Selimut yang menutupi tubuh mungil Archie jadi perbincangan karena terbuat dari kapas organik, tetapi juga asal muasal pembuatan dan upah pekerjanya.

Laman Mail Online mengklaim harga selimut itu 35 Poundsterling atau lebih dari Rp 600.000 dan dijual oleh Malabar Baby spesialisasi pakaian bayi berbahan organik. Ketika ditanya soal itu, pihak Istana Kensington menolak berkomentar tentang hal tersebut.

Melansir dari laman Mirror, jangkauan produksi Malabar Baby dibuat oleh perusahaan tekstil Nayika, yang berbasis di kota kecil Bagru, sekitar satu jam dari kota Jaipur di Rajasthan, India.

Pekerja di pabrik, yang memiliki total 100 karyawan, diduga menerima upah sedikitnya 37 Rupee atau sekitar Rp 7.500  per jam. Diceritakan Aruna Regar, seorang penjahit di pabrik yang ikut menambahkan sentuhan akhir pada selimut Archie dikabarkan hampir pingsan karena kaget mendengar harga selimut, menurut laman Mail Online. Dia mengaku tidak mengenal sosok Duchess of Sussex.

Meghan Markle dan Archie menghadiri pertandingan polo Pangeran Harry pada Juli 2019. Dalam gendongan Meghan Markle, Archie ditutupi selimut organik Malabar Baby. (Mirror/Samir Hussein/WireImage)

“Harga selimut itu hampir setara dengan upah saya selama dua minggu dan saya sulit percaya itu,” ujar Aruna. Dia pun menunjukkan bukti upah bulanannya lewat slip gaji sebesar 6.000 Rupee atau sekitar Rp 1,2 juta dengan waktu kerja selama 48 jam dalam seminggu.

Dikisahkan dia tinggal di rumah bata setengah jadi di kota Bagru, India. Di rumah itu dia tinggal bersama suami, dua putra, istri putranya, dan dua cucu. Keluarga yang terdiri dari delapan orang itu hanya menempati dua kamar dengan penerangan yang buruk, kekurangan air dan toilet.

Saat disinggung Meghan adalah sosok yang ingin membantu planet bumi melalui kegiatan sosial dan keinginannya membesarkan putranya menjadi manusia yang sadar lingkungan, Aruna menanggapi,"Kami tidak mengerti hal-hal tentang menyelamatkan planet ini atau apa yang organik atau bukan. Bagi kami ini semua tentang pekerjaan dan kelangsungan hidup."

Selimut organik Malabar Baby yang dipakai Archie Harrison Mountbatten-Windsor. (Mirror)

Suami Aruna, Ram Gopal juga bekerja di pabrik yang sama dan membantu memotong kapas organik yang digunakan untuk selimut Archie. Keseharian pasangan ini adalah bekerja dari jam 09.30  sampai jam 17.30 dengan istirahat 25 menit. Mereka tidak memiliki kontrak formal, tetapi mereka dibayar gaji bulanan tetap.

Ketika ditunjukkan gambar Meghan dengan selimut, Ram berkata: "Saya tidak tahu siapa orang-orang ini, tetapi kami telah mendengar bahwa seseorang yang sangat terkenal menggunakan selimut kami. Ini pasti mereka."

Selimut Archie dibuat di pabrik yang didirikan oleh Meenu Tholia, seorang desainer tekstil lokal yang juga mengelola butiknya dengan namanya sendiri di kota. Manajer pabrik, Farid Mohammed, mengatakan Meghan dan Archie adalah iklan terbaik, sehingga selimut tersebut menjadi produk yang hits mendunia.

Dia juga merespon soal upah rendah beberapa pekerja, "Ini adalah tarif standar industri. Kami tidak menetapkannya. Pekerja kami menikmati kondisi yang baik, jauh lebih baik daripada yang akan Anda temukan di pabrik lain. Kami membayar mereka dengan tingkat yang benar dan memperlakukan mereka dengan baik."