Bentuk Dukungan Keluarga yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Ilustrasi menyusui. MomJunction

kesehatan

Bentuk Dukungan Keluarga yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Kamis, 1 Agustus 2019 08:25 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Dukungan keluarga untuk Ibu menyusui bisa diciptakan lewat suasana tenang dan hubungan harmonis dari suami. Keluarga besar dan lingkungan juga memiliki peran penting demi kelancaran pemberian Air Susu Ibu (ASI).

“Suami memegang peranan sangat penting dalam kesuksesan proses menyusui. Suami harus menjadi pendukung nomor satu untuk istri dan ikut berpartisipasi aktif dalam merawat si kecil," kata spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah Puri Indah, Jeanne Roos-Tikoalu.

Dukungan suami kepada ibu menyusui telah didukung sejumlah penelitian yang menunjukkan tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi pada ibu yang mendapatkan dukungan dari pasangan serta keluarga besar. Sedangkan ibu menyusui yang tidak mendapatkan dukungan dari suami dan keluarga besar, keberhasilan menyusui lebih kecil.

Hubungan yang harmonis suami dengan istri pada masa menyusui mampu meningkatkan kerja hormon oksitosin yang menentukan keluarnya ASI. Hormon itu mempengaruhi kontraksi otot di saluran ASI sehingga payudara mampu mengeluarkan ASI. Dukungan suami misalnya memberikan pijatan kepada istri dengan penuh kasih sayang atau membantu ikut merawat si kecil.

"Kerja sama yang baik antara ibu menyusui dan suami membuat hubungan semakin harmonis dan meningkatkan peluang kesuksesan pemberian ASI eksklusif untuk si kecil,” tutur Jeanne.

Selain suami, dukungan sosial dari lingkungan yang lebih luas di sekitar ibu juga berperan besar terhadap keberhasilan menyusui, misalnya nenek dan kakek bayi. Kakek ataupun nenek sang bayi bisa melakukan berbagai hal yang menunjukkan sikap suportif dan tidak meragukan kemampuan ibu dalam memberikan ASI, bahkan mempertanyakan apakah ASI-nya cukup.

Jeanne mengatakan hal lain yang dapat membantu pemberian ASI yaitu dengan mengalokasikan waktu istirahat yang cukup kepada ibu guna mengembalikan energi akibat kelelahan saat menyusui ataupun mengurus bayi. Kegiatan lain yang dapat mendukung ibu menyusui yaitu dengan menemaninya saat mendapatkan informasi tentang menyusui atau berkonsultasi dengan konselor laktasi.

Terakhir, dukungan berupa penyiapan kebutuhan ibu seperti asupan air minum agar tidak dehidrasi, makanan bergizi, sampai peralatan pompa ASI saat ibu menyusui harus bepergian atau kembali bekerja.