Ibu Menyusui Jangan Hanya Pikirkan Kuantitas ASI

Reporter: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Rini Kustiani
Kamis, 9 Agustus 2018 08:30 WIB
Ibu Menyusui Jangan Hanya Pikirkan Kuantitas ASI

CANTIKA.COM, Jakarta - Sebagian besar ibu menyusui khawatir jika jumlah air susu ibu atau ASI yang dihasilkan tidak mencukupi untuk buah hatinya. Padahal, kuantitas ASI adalah implikasi jika ibu menyusui memperhatikan satu hal kunci, yakni kualitas ASI.

Baca juga:
6 Mitos Menyusui dan MPASI, Simak Penjelasan Ahli
Ketahui Energi Saat Memberi ASI, Ibu Menyusui Masih Perlu Diet?

Dokter Reisa Broto Asmoro yang juga sedang menyusui bayi laki-lakinya yang berumur 5 bulan mengatakan, ASI yang berkualitas bisa diproduksi dengan berbagai cara. "Biasanya secara naluri keibuan, semakin ibu menyusui perdaya diri maka semakin banyak keluar ASI-nya," kata Reisa di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2018.

Singkatnya, memiliki pola pikir yang positif akan sangat membantu memberikan ASI yang terbaik. Selain itu, tekad yang kuat untuk memberikan ASI kepada bayi juga menjadi faktor pendorong melimpahnya produksi ASI.

Sejumlah ibu menyusui anak-anaknya dalam acara Simulai Menyusi Nasional di Marikina, Metro Manila, Filipina, (24/10). Pemerintah daerah berencana memecah rekor dunia dalam meningkatkan kesadaran publik tentang konsumsi ASI. REUTERS/Erik De Castro

Supaya ibu percaya diri dan memiliki tekad yang kuat untuk memberikan ASI kepada bayi, dokter Reisa mengatakan ibu mesti melakukan inisiasi menyusui dini atau IMD sehingga terbangun fisik dari kulit ke kulit antara ibu dan bayi setelah lahir. Proses IMD ini dilakukan 1 jam setelah bayi lahir.

Artikel terkait:
Kenali Gejala Dehidrasi pada Bayi Baru Lahir
Laura Basuki Bagikan Daftar Makanan Pelengkap ASI, Yuk Dicek

Reisa yang juga dokter kecantikan ini menambahkan, wajar jika ibu yang baru melahirkan masih kesulitan mengeluarkan ASI. Untuk mengantisipasinya, ibu disarankan melakukan pijat payudara dan perawatan payudara. Perhatikan juga kandungan nutrisi dalam setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu. "Bila ibu makan makanan yang tidak sehat, maka bayi bisa jadi kekurangan gizi," ucap dia.