Selain Jenis Kelamin, Pola Makan Juga Sebabkan Selulit Muncul

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi selulit. Homeremedy.com

Ilustrasi selulit. Homeremedy.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sebanyak 80 sampai 90 persen wanita mengalami selulit. Kondisi di mana terbentuk lesung-lesung pada kulit, seperti garis-garis dengan lekukan agak dalam pada kulit, terutama di bokong atau paha. 

Baca juga: Apakah Selulit Bisa Hilang?  

Tekstur kulit yang mengalami selulit akan tampak tidak rata seperti kulit jeruk. Penyebab selulit dipengaruhi oleh banyak hal, dari distribusi lemak, otot, dan jaringan lunak dalam tubuh. Para ahli mengemukakan bahwa selulit terjadi akibat lemak yang terdorong menembus jaringan ikat yang berada di bawah permukaan kulit. Akibatnya, akan lesung-lesung maupun benjolan-benjolan akan terbentuk.

Banyak yang mengatakan selulit dapat disembuhkan dengan cara menghilangkan toksin dari dalam tubuh. Namun faktanya, hal ini tidak berkaitan dengan pembentukan selulit pada tubuh. Penyebab pasti dari terbentuknya selulit tidak diketahui. Namun beberapa faktor berikut ini mempengaruhi kemunculan selulit.  

#1. Jenis kelamin
Pria atau wanita bisa mengalami selulit. Namun sebagian besar terjadi pada kaum hawa. Pasalnya, tubuh wanita memiliki distribusi lemak, otot, dan jaringan ikat yang berbeda dari tubuh pria. Sel-sel lemak dan jaringan ikat dalam tubuh wanitatersusun secara vertikal pada lapisan di bawah kulit. Sementara pada tubuh pria, susunan tersebut terbentuk dengan struktur bersilangan.

#2. Pengaruh hormon
Hormon memiliki peranan penting sebagai penyebab selulit. Mulai dari hormon estrogen, noradrenalin, tiroid, insulin, hingga prolaktin. Ketika seorang wanita memasuki meopause kadar hormon estrogen dalam tubuhnya akan berkurang dan aliran darah menuju jaringan ikat di bawah kulit akan menurun. Kurangnya aliran oksigen akan membuat produksi kolagen mengalami penurunan. Sementara sel-sel lemak akan mengalami pembesaran. Kombinasi dari proses-proses tersebut akhirnya membuat lemak akan semakin mudah terlihat di permukaan kulit.

#3. Faktor usia
Selulit umumnya terjadi pada seseorang berusia 25 tahun ke atas. Pertambahan usia juga berperan sebagai penyebab selulit. Pasalnya, semakin tua usia seseorang, kulitnya juga akan mengalami penuaan. Kulit menjadi kurang elastis, lebih tipis, dan kendur, sehingga meningkatkan risiko terjadinya selulit.

#4. Pengaruh faktor keturunan
Genetik juga termasuk salah satu faktor yang bisa mempertinggi risiko terjadinya selulit. Pasalnya, genetik akan memengaruhi ras, kecepatan metabolisme tubuh, distribusi lemak di bawah kulit, maupun proses sirkulasi tubuh.

#5. Gaya hidup dan pola makan
Gaya hidup maupun pola makan bisa berdampak pada kemunculan selulit. Bila Anda mengonsumsi makanan bergizi, rajin olahraga, dan tidak merokok, risiko terbentuknya selulit pun dikatakan akan akan berkurang. Selain itu, sering menggunakan celana yang ketat juga diduga dapat menambah kemungkinan Anda untuk mengalami selulit. Pasalnya, celana ketat akan menyebabkan penurunan aliran darah ke bokong, sehingga selulit lebih mudah muncul. 

#6. Berat badan
Kelebihan berat badan juga menjadi penyebab selulit. Semakin banyak jumlah lemak yang berada di bawah kulit, tekanan akan lebih besar pada jaringan ikat. Akibatnya, lemak mudah menonjol. Meski begitu, tidak berarti bahwa selulit hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebihan. Faktanya, selulit juga dapat terjadi pada wanita dan pria dengan berbagai berat badan, bahkan pada orang yang sangat kurus.

Berbagai faktor dapat mempengaruhi terjadinya selulit. Ada penyebab selulit yang bisa dihindari dan ada yang tidak. Kuncinya adalah mencegah faktor pemicu yang bisa dijauhi. Misalnya, mempertahankan berat badan pada batas ideal, mencukupi gizi, berolahraga, dan tidak merokok.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."