Kurangi Gula, Ganti dengan Pemanis Alami Sehat Berikut

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi madu. Holliejean.com

Ilustrasi madu. Holliejean.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Konsumsi gula berlebihan, apalagi pemanis buatan, tak baik buat tubuh. Akibatnya adalah kenaikan berat badan, berkontribusi terhadap hipertensi, perlemakan hati, diabetes, dan sejumlah penyakit lainnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula harian kurang dari 10 persen dari total asupan energi. Bahkan, pengurangan 5 persen lebih lanjut, yaitu sekitar 25 gram (6 sendok teh) setiap hari, dapat berdampak positif untuk kesehatan.

Selain gula, sebenarnya ada beberapa alternatif yang bisa dicoba sebagai pemanis, asalkan dikonsumsi dengan jumlah yang disarankan. Berikut tiga di antaranya, seperti dilansir Indian Express.

Artikel terkait:

Gula Batu Lebih Baik dari Gula Pasir ? Simak Penjelasan Ini
Cegah Diabetes dengan Rajin Mengontrol Gula Darah di Rumah

#Madu
Madu mengandung nutrisi dan menjadi bahan utama beberapa pengobatan. Madu bisa membuat wajah bercahaya, membantu pencernaan pati sehingga antioksidan meningkat. Oleh karena itu, madu bisa membantu menurunkan tekanan darah dan risiko serangan jantung.

#Gula kelapa
Gula ini terbuat dari getah, cairan manis dari tanaman kelapa. Ada beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya, antara lain mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, seng, serta antioksidan. Gula kelapa memiliki serat atau inulin yang membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga memberikan alternatif bagi penderita diabetes. Gula ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari gula biasa.

#Stevia
Stevia bisa menjadi pengganti gula yang tak menyebabkan efek pada insulin atau kadar gula darah. Diekstrak dari Stevia rebaudiana, spesies tanaman yang ditemukan di Brasil, pemanis ini mengandung nol kalori.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."