Koleksi Kasual Ria Miranda dan CottonInk untuk Idul Fitri

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ria Miranda (Creative Director RiaMiranda) dan Pandu Rosadi (Managing Director RiaMiranda) di acara RiaMiranda 1 Dekade, di Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019. Tempo/Astari Pinasthika Sarosa

Ria Miranda (Creative Director RiaMiranda) dan Pandu Rosadi (Managing Director RiaMiranda) di acara RiaMiranda 1 Dekade, di Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019. Tempo/Astari Pinasthika Sarosa

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ria Miranda berkolaborasi dengan merek busana Cotton Ink dan mengeluarkan koleksi terbaru bertema Idul Fitri. Kolaborasi dari perancang busana muslim dengan merek tersebut menghasilkan karya yang memadukan ciri khas dua pihak.

"Saya harap dari kolaborasi ini bisa tercipta hal baru," ujar Ria.

Ria Miranda identik dengan busana muslim warna pastel dengan motif yang menawan. Di sisi lain, Cotton Ink lebih menonjolkan potongan kasual yang lebih sederhana dengan bahan kain yang nyaman saat dikenakan. Hasilnya adalah busana berpotongan sederhana dari bahan-bahan yang adem di kulit, seperti katun dan rayon, dengan hiasan bordir, motif print, dan draperi yang banyak ditemui dalam karya Ria Miranda.

Baca juga:
Cara Pakai Hijab yang Benar versi Ria Miranda
Tips Kerja Bareng Pasangan ala Ria Miranda dan Pandu Rosadi

Ria biasanya menggunakan bahan-bahan yang tidak mudah kusut karena lebih ditujukan untuk ibu-ibu yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Ria mengambil tema "Yansa" yang artinya "warna" dalam bahasa Mandarin, menjadi tema besar dari koleksi Ria Miranda dan Cotton Ink untuk para kaum Hawa yang ingin tampil bergaya pada Lebaran 2019.

Sebanyak 30 busana yang terdiri dari atasan, gamis, celana, dan syal terinspirasi dari cinta dan keindahan lukisan klasik dari Dinasti Ming. Karya kolaborasi itu dijual dengan kisaran harga Rp 299.000 hingga Rp 629.000 secara online maupun toko offline Cotton Ink.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."