Karina Nadila Suka Botox tapi Ogah Ketagihan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Karina Nadila. Instagram.com/@karinadila8921

Karina Nadila. Instagram.com/@karinadila8921

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Perawatan kecantikan botox bukan hal baru, terutama di kalangan para artis. Putri Indonesia Pariwisata 2017, Karina Nadila Niab, adalah salah satu yang berani mengakui melakukan botoks pada wajahnya.

Karina mengatakan kalau dia tidak melakukan botox karena merasa tidak percaya diri dengan wajahnya.

Baca juga:
Dianggap Terlalu Kurus,Karina Nadila Niab Jadi Korban Bullying

“Saya botox, jujur saja. Namanya kita merepresentasikan suatu titel atas nama Putri Indonesia, apalagi ke ajang internasional, pasti mau putri yang merepresentasikan negaranya terlihat maksimal,” tutur Karina.

Sebagai pemenang runner-up 2 pada kontes kecantikan Putri Indonesia 2017, Karina, yang mewakili Indonesia ke ajang Miss Supranational 2017, mengatakan kalau dia tidak boleh melakukan operasi plastik dan hanya boleh melakukan beauty enhancement.

Karina Nadila. TEMPO/Nurdiansah

“Tapi itu tidak akan mengubah muka sama sekali. Kalau menurut aku orang yang ingin operasi plastik atau enhancement apapun terserah mereka,” lanjutnya.

Karina Nadila mengingatkan kalau semua wanita memiliki hak untuk merasa cantik. Walaupun berani botox, wanita kelahiran 21 Agustus 1992 ini mengatakan kalau dia juga harus berhati-hati agar tidak ketagihan. Dia melihat kalau banyak orang di sekitarnya yang ketagihan melakukan botox atau filler.

“Ada beberapa orang yang aku kenal, botox atau filler itu kan tidak tahan lama, jadi orang itu banyak yang ketagihan. Mungkin dia terus mendapatkan pujian dari orang sekitar dan merasa tidak percaya diri saat botox atau filler-nya sudah mulai hilang,” jelas Karina.

Karena itu, Karina Nadila tidak melakukan botox yang sampai mengubah wajahnya agar tidak ketagihan.

Artikel lain:

Karina Nadila Over Dosis Pakai Obat Jerawat, Akibatnya....

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."