Iringi Proses Penuaan dan Perubahan Hormon dengan Olahraga

Ilustrasi olahraga dengan dumbell. livestrongcdn.com

kesehatan

Iringi Proses Penuaan dan Perubahan Hormon dengan Olahraga

Kamis, 28 Maret 2019 15:25 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Salah satu fase yang dihadapi perempuan adalah perubahan hormon. Perubahan hormon terjadi antara lain saat perempuan menghadapi menstruasi, pramenoupase, dan hamil.

Perubahan hormon mengundang sejumlah konsekuensi, seperti suasana hati yang tidak menentu, malas beraktivitas, dan menjadikan makanan sebagai tempat pelarian. Alih-alih membuat kondisi membaik, malas beraktivitas dan banyak makan malah memicu masalah kesehatan yang lebih serius, seperti obesitas.

Artikel lain:Ayo Olahraga sejak Muda dan Rasakan Aneka Manfaatnya

Wakil presiden Worldwide Sports Performance and Fitness Herbalife Nutrition, Samantha Clayton, mengimbau perempuan tidak menjadikan perubahan hormon sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Berdasarkan pengalaman pribadi, olahraga memudahkan perempuan melewati fase perubahan hormon. Saat berolahraga, otak melepaskan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit dan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

"Dengan melakukan olahraga, Anda mengeluarkan lebih banyak keringat. Sirkulasi darah juga meningkat. Ini membuat kulit bersinar, tampak lebih muda dan segar," jelasnya.

"Olahraga memang tidak secara langsung menghentikan proses penuaan. Namun olahraga secara teratur membangun massa otot dan mengurangi lemak sehingga menghambat proses penuaan alami," tambah Clayton.

Ia menambahkan, "Olahraga rutin membantu meningkatkan suasana hati saat menjalani proses perubahan hormon, mengurangi pengeluaran air kencing serta meningkatkan energi. Ada empat hal yang perlu dilakukan saat berolahraga. Pertama, konsistensi. Kedua, saat sedang malas, jalan kaki saja mengingat jalan kaki kegiatan kardiovaskular yang bagus untuk semua orang. Ketiga, ajak teman untuk menambah semangat. Terakhir, makan makanan sehat."

 AURA