Larangan Mandi Air Hangat saat Haid, Mitos atau Fakta?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi mandi. Shutterstock

Ilustrasi mandi. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sebagian orang mungkin pernah mendengar sejumlah pantangan saat haid. Salah satunya adalah mandi atau berendam dengan air hangat.

Seperti dikutip dari Medical News Today, mandi air hangat dianggap tak aman karena merangsang pendarahan atau menghentikan dari pendarahan, yang dapat berefek buruk. Padahal, air hangat dapat membantu merangsang aliran darah sehingga meringankan kram menstruasi dan meredakan ketegangan otot.

Baca juga:
Siklus Menstruasi dan Gejala Haid yang Tidak Normal

Kemudian, jika Anda ingin berendam sebenarnya tak masalah. Pendarahan selama menstruasi memang tidak berhenti setelah berendam dalam air. Namun, tekanan dari air untuk sementara waktu mencegah darah mengalir keluar. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berendam atau mandi selama haid.

Kemungkinan besar, hal ini bisa meningkatkan suasana hati dan membantu mengatasi gejala menstruasi. Selain itu, sebaiknya rutinlah merawat kebersihan organ intim.

Namun, berhati-hatilah memilih produk kebersihan. Sebuah studi yang dilaporkan Medical News Today pada 2018 menemukan korelasi kuat antara penggunaan produk perawatan intim, seperti gel pembersih dan pembersih vagina, dan peningkatan risiko infeksi.

Artikel lain:

5 Makanan Terbaik untuk Mengatasi Masalah Saat Menstruasi

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."