Perpustakaan Nasional Luncurkan Gerakan Ibu Bangsa Membaca

Mufidah Jusuf Kalla meresmikan Gerakan Ibu Bangsa Membaca di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional, pada hari Kamis 13 Desember 2018. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

ragam

Perpustakaan Nasional Luncurkan Gerakan Ibu Bangsa Membaca

Jumat, 14 Desember 2018 18:42 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Perpustakaan Nasional menggelar Gerakan Ibu Bangsa Membaca untuk memperingati Hari Ibu ke-90. Gerakan ini mendorong para ibu dan perempuan Indonesia agar bisa lebih aktif dalam kegiatan literasi dan meningkatkan kebiasaan membaca.

Baca: Ibu Dapat Perlakuan Buruk di Kantor, Anak di Rumah Jadi Korban

Ibu, sebagai 'guru pertama, bisa menularkan kebiasaan membaca kepada anak-anak dan anggota keluarganya. "Membaca dan membuka wawasan melalui berbagai buku serta bahan bacaan lainnya, diyakini mampu membantu setiap orang yang hidup di zaman digital yang serba cepat seperti sekarang," kata Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI, di Jakarta Pusat, Kamis 13 Desember 2018. Karena itu, membaca dapat membantu membasmi berita bohong, ujaran kebencian, dan narasi negatif yang bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak-anak.

"Tingkat kecerdasan anak itu dipengaruhi orang tua, bagaimana dia mengajarkan anaknya. Tapi bersama ibu, jiwa ibu adalah jiwa kita karena dekat dengan kita. Jadi bermula dari ibu," ucap Muhammad Syarif Bando. Kebiasaan baik membaca itu penting diajarkan sejak dini. Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak-anak di Indonesia.

Gerakan Ibu Bangsa Membaca di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional, pada hari Kamis 13 Desember 2018. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

Ada 26 tokoh wanita dari berbagai bidang dan generasi hadir untuk mengucapkan deklarasi Gerakan Ibu Bangsa Membaca di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional, pada Kamis 13 Desember 2018. Mufidah Jusuf Kalla, Puan Maharani, Chicha Koeswoyo, Cut Mini, Prilly Latuconsina, dan masih banyak lagi.

Artikel lainnya:Ibu Zaman Now Terapkan Metode Drone Parenting, Ada Plus Minusnya

Mereka membacakan berbagai kutipan dalam sebuah pertunjukan tujuh babak dengan tujuh tema berbeda, yaitu Indonesia, Manusia, Perbedaan, Memaafkan, Pasangan Hidup, Cinta dan Perempuan. Masing-masing menceritakan keseharian seorang perempuan Indonesia.

Gerakan Ibu Bangsa Membaca di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional, pada hari Kamis 13 Desember 2018. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

Gerakan Ibu Bangsa Membaca bertujuan mendorong para ibu dan perempuan Indonesia untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak dan generasi selanjutnya. Indonesia diharapkan menjadi salah satu negara dengan minat baca yang tinggi.

Baca juga:Khloe Kardashian Melahirkan Anak Pertama, Ibu Baru Jangan Gengsi