Cerita Elly Sugigi Saat Menjadi Ibu yang Terjebak Kemiskinan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Elly Sugigi. Tabloidbintang.com

Elly Sugigi. Tabloidbintang.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Elly Sugigi menceritakan kisah hidupnya saat menjadi seorang ibu yang terjebak kemiskinan. Pada 1994, Elly Sugigi hamil anak pertama dari pernikahannya dengan Arifin.

Sejak awal hamil, Elly Sugigi selalu diperhatikan oleh seorang perempuan yang bekerja sebagai tukang sayur keliling. Perempuan itu selalu memberikan bahan makanan kepada Elly Sugigi agar anaknya sehat dan mendapat nutrisi yang cukup. "Dia juga yang membiayai waktu saya melahirkan," kata Elly Sugigi di Jakarta.

Lantaran hidup kekurangan. Elly Sugigi merasanya anak perempuannya yang masih bayi itu tak punya masa depan yang baik jika terus bersamanya. Ketika itu, Elly Sugigi bekerja sebagai asisten rumah tangga, masih mengontrak di sebuah rumah petak, dan Arifin bekerja sebagai pengamen dan tukang roti keliling. "Saya enggak mau dia susah, sengsara," kata Elly Sugigi.

Elly Sugigi dalam ajang Indonesia Fashion Week 2016. tabloidbintang.com

Bayi perempuan yang diberi nama Fitri itu sempat diberi ASI oleh Elly Sugigi selama 15 hari. Setelah itu, bayi tersebut dirawat oleh pedagang sayur tadi. "Saya menangis setiap malam. 'Mana anak saya, mana anak saya?'. 'Kan anak lu diambil orang, udah dikasihin ke tukang sayur'," ucap Elly Sugigi mengenang masa lalunya.

Elly Sugigi menegaskan tidak menjual bayinya, melainkan menitipkan. Lagipula, menurut dia, ibu yang merawat FItri masih berkomunikasi dengan Elly Sugigi, meski sekarang hubungan itu terputus. "Ibunya saya WhatsApp tidak membales lagi, apa maksudnya? Saya enggak boleh bertemu anak sendiri, itu darah daging saya," kata dia.

TABLOIDBINTANG

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."