Bayi Rewel tapi Sehat, Bisa Jadi Itu Growth Spurt

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi bayi merangkak. freepik.com

Ilustrasi bayi merangkak. freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Orang tua biasanya langsung panik ketika bayi lebih rewel dari biasanya. Kenapa bayi tak bisa tenang, gampang menangis, dan lebih sensitif, padahal suhu tubuhnya normal, sudah kenyang karena usai menyusu atau makan, dan tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan secara kasat mata.

Baca juga:
Usia yang Tepat Mengajarkan Bayi Renang
Bayi Baru Lahir Bisa Diajak Main, Ketahui Mainan Anak yang Tepat

Jika ini terjadi, orang tua tak perlu buru-buru mencurigai sesuatu yang serius terjadi pada anak. Sebab, bisa jadi anak mengalami growth spurt atau kondisi saat pertumbuhan bayi sedang pesat-pesatnya.

Dalam 12 bulan pertama, pertumbuhan bayi bisa melesat dengan cepat, mencapai 25 sentimeter dalam setahun. Konselor laktasi bersertifikat internasional yang berpraktik di New York, Leigh Anne O'Connor, mengatakan percepatan pertumbuhan bayi umumnya terjadi pada usia 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan.

Meski begitu, tidak semua bayi memiliki periode growth spurt yang sama. "Beberapa bayi mengalami masa percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan yang singkat," kata Clare Bush, M.D., asisten profesor pediatrik di Pusat Medis Universitas Columbia, Amerika Serikat.

Ilustrasi bayi merangkak. freepik.com

Clase Bush menjelaskan, growth spurt pertama biasanya terjadi saat bayi berusia 7-10 hari. "Pada masa itu, bayi mulai belajar menyusu, ibu juga belajar menyusui, sehingga proses percepatan pertumbuhan terjadi lebih lancar," ucapnya.

Growth spurt selanjutnya biasanya berlangsung lebih dramatis karena disertai dengan tangisan yang seperti tiada henti. Agar tidak panik ketika bayi tiba-tiba rewel, kenali empat ciri yang biasanya menyertai masa growth spurt pada bayi.

1. Bayi terus-menerus lapar
Bayi tiba-tiba menjadi rakus. Baru saja selesai makan, dia masih ingin melahap makanan lain yang dilihat. Minum susunya juga makin banyak dan dalam rentang waktu yang lebih singkat. Dalam masa growth spurt, proses metabolisme bayi akan berjalan lebih cepat. Kalori yang terbakar membuat pertumbuhan lebih cepat untuk membangun cadangan sel-sel lemak atau otot.

2. Pola tidur berubah
Jika biasanya anak tidur dengan durasi lebih lama dan sekarang menjadi singkat atau sebaliknya, bisa jadi dia sedang mengalami proses growth spurt. Satu hal yang pasti, tidur berperan penting dalam produksi hormon pertumbuhan.

3. Bayi lebih rewel
Bayi mungkin merasa ada sesuatu yang berbeda pada tubuhnya. Jika ada gigi yang akan tumbuh, misalnya, anak akan lebih rewel, terutama ketika hendak makan karena ada rasa tidak nyaman di mulut.

4. Kemampuan baru
Orang tua pasti peka terhadap perubahan bayinya. Yang semula hanya tidur telentang, kini mulai memiringkan badan, kemudian tengkurap, sampai merangkak, dan seterusnya. Itulah kemampuan baru yang muncul dalam proses growth spurt.

PARENTS

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."