Dosis Mandi yang Tepat dalam Sehari, Boleh Kurang Jangan Lebih

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi mandi. Shutterstock

Ilustrasi mandi. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Mandi menjadi aktivitas rutin untuk menjaga kesehatan. Saat mandi, kita menggunakan sabun guna memastikan kulit bersih dan tubuh terasa segar. Guna mendapatkan manfaat itu, ada kalanya orang overdosis mandi.

Baca juga:
Masker Jadi Bumerang, Kulit Malah Keriput karena ...
Beda Boosting Serum dan Essence dalam Perawatan Kulit Korea

Ada orang yang mandi sampai lima kali sehari supaya tetap segar, terlebih saat cuaca panas. Dermatolog Tina Wardhani Wisesa mengatakan mandi sebaiknya hanya dilakukan dua kali sehari, jangan lebih. "Mandi berlebihan justru berdampak buruk bagi kesehatan kulit," kata Tina Wardhani saat peluncuran produk pelembap kulit Aveeno dari Johnson & Johnson di Jakarta Selatan, Selasa, 8 Mei 2018.

Faktanya, menurut dia, sering mandi akan membuat kulit kering. Sebab, kandungan air pada kulit akan menguap atau terkikis, sehingga kulit menjadi kering. "Jadi keliru kalau berpikir semakin sering mandi, semakin bagus kulitnya. Pedomannya, mandi itu paling bagus dua kali sehari," ucapnya.

Ilustrasi mandi. ewater.com

Selain frekuensi mandi, satu lagi yang harus diperhatikan adalah penggunaan sabun saat mandi. "Kita memerlukan sabun sebagai pembersih. Nah, sabun ini terbuat bukan hanya dari pembersih, tapi ada komponen lain," ujarnya. Tina Wardhani menyarankan untuk memperhatikan bahan pembuat sabun dan pilih yang mengandung pelembap.

Menurut Tina Wardhani, salah satu bahan yang mampu melembapkan kulit adalah gandum. "Gandum mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang bisa mengobati gatal yang disebabkan oleh kulit kering dan sensitif," ucapnya. Selain terlalu sering mandi dengan sabun yang membuat kulit kering, faktor lain yang bisa memicu kerusakan kulit adalah terpapar polusi, terpapar penyejuk udara dalam waktu lama, dan terkena sinar matahari.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."