Menilik Busana Muslim Kekinian dari Hijabers Mom Community

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Koleksi syari Irma Mutiara dari Hijabers Mom Community di Muffest 2018 (Dika / Tabloidbintang.com)

Koleksi syari Irma Mutiara dari Hijabers Mom Community di Muffest 2018 (Dika / Tabloidbintang.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Empat pendiri Hijabers Mom Community (HMC) menampilkan koleksinya di Muslim Fashion Festival 2018. Keempat orang tersebut adalah Hannie Hananto, Irna Mutiara, Najua Yanti dan Monika Jufry.

Dalam fashion show bertajuk Fashion House tersebut, keempat desainer menampilkan tema berbeda-beda. Fashion show dibuka dengan koleksi Anemone milik Hannie Hananto yang mengusung tema Muslimah United. Lewat tema tersebut, Hannie Hananto ingin menunjukkan kepada seluruh muslimah bahwa semua muslimah adalah saudara, meskipun berbeda-beda pilihan busananya.

"Judulnya Muslimah United, jadi panjang maupun pendek kerudung kita, Muslimah itu bersaudara, harus bersatu," ujar Hannie Hananto di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Hannie Hananto

Di koleksi ini, Hannie menghadirkan busana kekinian dengan print digital berukuran besar berupa wajah wanita mulai dari dress, kaftan hingga outer yang menggunakan bahan ringan seperti scuba, foal dan sifon. Selain print besar, Hannie Hananto juga bermain dengan motif geometris berupa garis berwarna monokrom. Memadukan warna monokrom tersebut, Hannie menambahkan warna kuning dan hijau yang sedang tren saat ini.

"Kalau di warna-warna saya itu kebanyakan hitam-putih, tapi memang ada warna yang harus keluar, pop gitu. Nah trennya kan warna kuning sama hijau, jadi warna itu yang harus keluar," lanjut Hannie.

Berbeda dengan Hannie Hananto, Irna Mutiara menampilkan fashion yang lebih kalem lewat label Im Syari. Kesan kalem di koleksi yang mengusung tema Utsubo-sei tersebut, tampak dalam pemilihan warna seperti putih keabuan, pink keabuan yang diberi sedikit sentuhan warna hitam.

Artikel lainnya:
Busana Muslim 2018 dari Ria Miranda: Abaya Warna Pastel
Busana Muslimah Sentuh Lantai Dipakai Salat, Simak Kata Desainer

Irma Mutiara
Irma Mutiara

Kesan syari juga terlihat di kerudung-kerudung panjang yang digunakan. Bahkan beberapa look diantaranya memadukan kerudung panjang dengan cadar berwarna hitam. Detail kerut, lipatan origami dan layering di kerudung juga menjadi pelengkap dress H-line simple yang diusungnya.

Selanjutnya adalah Najua Bellabaric yang menghadirkan koleksi bertemakan Going Baby, Going to New York. Koleksi ini terinpirasi dari kehidupan urban para wanita di New York. Di mana, unsur Amerika Serikat terasa lewat ornamen bangunan di New York seperti patung Liberty, bangunan kota serta taksi yang dituangkan dalam siluet yang loose dan simpel, berupa dress, outer dan long coat.

Najua Bellabaric
Najua Bellabaric

 

Yang terbaru, Najua juga menghadirkan material berupa coat panjang berbahan plastik dan tas yang juga menggambarkan kehidupan para wanita New York. Koleksi Najua ini didominasi dengan warna abu-abu gelap maupun terang yang diberi sentuhan warna kuning dan biru donker.

Sebagai penutup, Monika Jufry tampil dengan label Sessa miliknya yang mengusung tema Splash. Tema tersebut terinspirasi dari sisi artistik tanaman terrarium yang ditanam dalam pot-pot artistik. Tak hanya itu, keindahan terarium juga terletak pada tatanan tanaman serta unsur-unsur pendukungnya termasuk tanah dan bebatuan. Terarium yang tak memerlukan banyak air untuk bertahan hidup dan cukup percikan saja untuk menghidupinya ini juga menginspirasi Monika untuk menyebarkan filosofi sang tanaman hias.

"Filosofi dari koleksi ini adalah jangan pernah berhenti berbuat baik walau sedikit karena kita enggak tahu bisa jadi perbuatan yang sedikit itu berefek baik pada orang lain dan berefek besar bagi diri kita sendiri," kata Monika Jufry.

Baca juga: Gaya Medina Zein, Eksanti, dan Fatin Shidqia dalam DNA Zoya

Monika Jufry
Monika Jufry

 

Keindahan percikan itu dituangkan dalam ornamen permainan warna biru dongker, abu-abu dan beige dalam busana berupa embroidery. Sedangkan unsur pot atau wadah tanamam diwujudkan lewat pertemuan garis-garis secara diagonal.

Soal siluet, Monika Jufry pun tak neko-neko. Ia menampilkan busana yang sederhana namun elegan dengan gamis atau long dress, celana panjang, plus outer dengan material organza, satin crepe, satin, serta sifon.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."