Cara Gampang Ngetes Lipstik Aman atau Berbahaya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi lipstik patah. Tabloidbintang

Ilustrasi lipstik patah. Tabloidbintang

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Lipstik menjadi salah satu alat makeup yang selalu dibawa oleh sebagian besar perempuan. Pulaskan lipstik sebelum beraktivitas, setelah makan, atau saat touch up. Berulang kali dipakai setiap hari, kamu tahu apakah lipstik itu aman atau berbahaya?

Baca juga:
Tipe Karyawan Berdasarkan Warna Lipstik
4 Kesalahan Pakai Lipstik Matte yang Bikin Bibir Menghitam
Tak Sempat Makeup, Gunakan Benda Ini agar Tampak Segar 

Lipstik dan produk makeup apapun tak boleh mengandung merkuri dan timbal. Mengutip Forbes, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drugs Administration (FDA) menemukan kandungan timbal dalam lipstik sekitar 3,36 ppm hingga 7,19 ppm. Temuan ini didasarkan pada penyelidikan di 2012.

Timbal atau timah hitam merupakan logam yang sifatnya toksik atau beracun untuk tubuh manusia. Jumlah timbal dan merkuri yang berlebih dan terdapat pada kosmetik salah satunya lipstik dapat menyebabkan gangguan fungsi organ, bahkan kematian.

Supaya tahu apakah lipstik yang kamu gunakan mengandung bahan berbahaya atau tidak, desainer Poppy Dharsono memberikan trik gampang untuk mengetesnya. "Coba dites pakai logam, bisa berupa koin atau perhiasan," kata Poppy Dharsono yang juga memiliki brand makeup ini kepada Tempo.

Poppy Dharsono. TEMPO | Astria Putri Nurmaya

Caranya, usapkan lipstik ke permukaan tangan. Kemudian gosokkan uang logam atau emas 24 karat ke permukaan kulit yang telah dioleskan lipstik. Perhatikan hasil gosokan. Jika warna lipstik tidak berubah, maka lipstik itu aman. Namun jika warnanya berubah, apalagi menjadi hitam, pertanda mengandung merkuri.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."