Tips Fashion dan Makeup Ramah Lingkungan Ala Valerina Daniel

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Valerina Daniel. Istimewa

Valerina Daniel. Istimewa

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Duta Lingkungan Valerina Daniel mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan dimulai dari diri sendiri. Selain hemat energi dan membuang sampah pada tempatnya, Valerina Daniel juga memiliki beberapa tips cara memilih busana atau makeup yang ramah lingkungan.

Baca juga:
Valerina Daniel Ajak Anak Cinta Lingkungan, Caranya Inspiratif

“Saya dulu tidak mau belajar makeup, tapi karena pada tahun 1999 jadi None Jakarta, akhirnya saya belajar," kata Valerina Daniel kepada Tempo. Mengenai makeup dan produk perawatan kulit yang ramah lingkungan, ibu dari Keisha Andryananto itu memilih yang menggunakan bahan alami.

Valerina Daniel menjelaskan, awalnya dia memilih produk kecantikan dari bahan alami bukan karena baik untuk lingkungan, melainkan lantaran khawatir dengan efek samping dari produk yang menggunakan bahan kimia. Dia merasa kalau memakai produk dengan bahan alami, maka kemungkinan mendapatkan efek samping akan lebih kecil.

Duta Lingkungan Hidup Valerina Daniel di Washington. Istimewa

Valerina Daniel memperhatikan saat ini semakin banyak perusahaan yang mengeluarkan produk ramah lingkungan, baik itu pakaian maupun makeup. “Kalau pakaian, cari yang terbuat dari bahan organik. Sedangkan untuk makeup yang ramah lingkungan, cari yang terbuat dari bahan alami, tidak melakukan animal testing, dan tidak mengandung bahan kimia,” ucapnya.

Valerina Daniel menamabahkan, produk kecantikan buatan masyarakat termasuk produk yang ramah lingkungan. “Produk lokal ramah lingkungan karena tidak harus impor, hemat energi transportasi yang digunakan pada saat impor," katanya. Valerina menyarankan setiap perempuan memperhatikan latar belakang pembuatan pakaian atau produk kecantikan sebelum membelinya.

Valerina Daniel. dok. TEMPO/ Ramdani

Selain itu, untuk busana yang sudah tidak dipakai lagi sebaiknya disumbangkan, bukan dibuang. Dengan memberikan pakaian tersebut kepada orang lain, maka kita dapat mengurangi limbah pakaian.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."