Anak Kim Kardashian Sakit Pneumonia, Gejalanya Sulit Terdeteksi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Kim Kardashian dan putranya, Saint West. Instagram.com

Kim Kardashian dan putranya, Saint West. Instagram.com

IKLAN

TEMPO.CO, Los Angeles - Anak kedua Kim Kardashian, Saint Kardashian West dilarikan ke rumah sakit pada akhir Desember 2017 karena mengidap pneumonia. Saint Kardashian West yang berumur 2 tahun itu dibawa menggunakan ambulans ke salah satu rumah sakit di Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca juga:
Bukan Kim Kardashian atau Rihanna yang Terkaya di Bisnis Makeup

"Kamu adalah anak yang kuat dan berani," tulis Kim Kardashian di akun Instagramnya untuk memberikan semangat kepada putranya. Selain selang infus, paramedis memasang selang oksigen kepada Saint Kardashian West. Oksigen ini diperlukan karena infeksi itu mengganggu kerja paru-paru yang membuatnya sulit bernapas.

Peumonia merupakan infeksi yang membuat paru-paru meradang dan terisi cairan. Penyakit ini dapat mengancam jiwa anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sempurna. Mengutip Dailymail, pneumonia pada anak-anak sulit terdeteksi karena gejalanya biasanya hanya demam, sedikit batuk, dan hidung tersumbat.

Ketika kondisinya agak berat, anak yang mengalami pneumonia akan mengalami sakit kepala yang hebat, sakit tenggorokan, diare, hilang nafsu makan, dan lemas. Saat sudah serius, pneumonia ditandai dengan demam yang membuat penderitanya berkeringat atau menggigil, sampai bibir membiru.

Risiko pneumonia pada anak akan lebih tinggi jika menderita asma atau belum mendapat vaksinasi lengkap. Anak pun lebih rentan terkena penyakit ini karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya.

Untuk penanganannya, dokter akan lebih dulu mengidentifikasi jenis pneumonia, apakah dipicu virus atau bakteri. Untuk pneumonia yang disebabkan bakteri, bisa diobati dengan antibiotik. Adapun pneumonia yang dipicu dari virus, kekebalan tubuh pasien akan dibangun, ditambah dengan banyak istirahat dan minum.

Bagi orang tua, sebaiknya waspada jika anak mengalami flu. Sebab, gejala pneumonia ini tidak selalu terlihat secara langsung oleh orang tua, terutama bila anak sering flu atau ingusan.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."