Daftar Menteri Perempuan di Kabinet Indonesia Maju, dari Retno Marsudi hingga Sri Mulyani

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Tempo/Tony Hartawan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Tempo/Tony Hartawan

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaKabinet Indonesia Maju adalah kabinet pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Kabinet ini terdiri atas 4 menteri koordinator dan 30 menteri bidang yang diumumkan pada 23 Oktober 2019 dan dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Pada 23 Desember 2020, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan pergantian sejumlah menteri dengan memperkenalkan enam figur baru dalam kabinet berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 133/P Tahun 2020 tentang Pengisian dan Penggantian Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Dari sederet nama-nama menteri, terdapat daftar menteri perempuan yang turut mewarnai kabinet Indonesia Maju, berikut ulasan selengkapnya:

1. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Kepresidenan Jakarta usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, Kamis, 18 April 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri

Retno Lestari Priansari Marsudi lahir di Semarang pada 27 November 1962. Menlu Retno adalah perempuan pertama yang dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Luar Negeri pada 27 Oktober 2014. 

Retno merupakan lulusan jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985. Dia juga menempuh pendidikan tinggi bidang studi Undang-Undang Uni Eropa di Haagse Hogeschool, Den Haag, Belanda dan Studi Hak Asasi Manusia di University of Oslo, Norwegia. 

Retno menikahi Agus Marsudi, yang merupakan lulusan arsitek UGM dan Universitas Delft. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Dyota Marsudi yang bekerja sebagai Direktur Eksekutif di sebuah perusahaan modal ventura dan Bagas Marsudi yang berprofesi sebagai dokter. 

Retno bergabung dengan Kemlu RI sejak 1986 dan pernah bertugas di berbagai unit kerja. Diantaranya di Kedutaan Besar Indonesia di Canberra (1990-1994) dan di Den Haag (1997-2001). Selanjutnya, Retno ditugaskan sebagai Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Regional Amerika dan Eropa (2001-2003). 

Perempuan yang tahun ini berusia 62 tahun tersebut juga pernah ditugaskan sebagai Direktur Eropa Barat (2003-2005), Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia (2005-2008), Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (2008-2012), dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012-2014). 

Penghargaan Retno Marsudi

Selain dikenal aktif menyuarakan kemerdekaan bagi Palestin, Retno Marsudi tercatat beberapa kali meraih penghargaan, berikut daftarnya:

- Malalai Medal of Honor dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada 1 Maret 2020.

- Penghargaan Khusus untuk Diplomasi Kemanusiaan dari Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative pada 19 Desember 2018.

- Anugerah Perhimpunan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Indonesia Tahun 2018 untuk kategori Pejabat Pemerintah pada 10 Desember 2018.

- Penghargaan Tokoh Publik Terbaik dari iNews Indonesia Awards 2018 pada 15 November 2018.

- Elle Style Awards 2018 kategori Outstanding Achievement pada Oktober 2018.

- El Sol del Perú (Matahari Peru) pada 24 Mei 2018.

- Penghargaan Perlindungan Buruh Migran dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pada 18 Desember 2017.

- Penghargaan Agen Perubahan untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dari PBB pada 21 September 2017.

- The Ridder Gootkruis di de Orde van Oranje-Nassau, Belanda, 12 Januari 2015.

- The Order of Merit (Grand Officer - the Second Highest Decoration) di Norwegia, Desember 2011. 

2. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberikan sambutan saat pembukaaan Paviliun Indonesia pada konferensi perubahan iklim Conference of Parties United Nation Framework Convention on Climate Change ke 28 (COP28 UNFCCC) di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis 30 November 2023 Paviliun Indonesia yang digelar hingga 11 Desember 2023 mengusung tema “Indonesia's Climate Actions: Inspiring the World” sebagai bagian dari "soft diplomacy" untuk mempromosikan sinergi aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dilakukan oleh berbagai para pihak di Indonesia. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Siti Nurbaya Bakar  didaulat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perempuan berusia 58 tahun ini sebelumnya santer disebut-sebut sebagai calon Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi. 

Dari laman Sitinurbaya.com, lulusan program strata tiga di Institut Pertanian Bogor, kolaborasi dengan Siegen University Jerman ini, mengawali kariernya di dunia birokrasi pada 1981 di Badan Perencanaan Daerah Lampung.

Dari situ, kariernya menanjak menjadi Wakil Bappeda, Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri, hingga Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah pada 2006-2013. 

Selama bekerja sebagai birokrat, Siti beberapa kali dianugerahi penghargaan. Antara lain sebagai Pegawai Negeri Sipil Teladan Nasional pada 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan penghargaan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Siti juga beberapa kali menjadi anggota delegasi Indonesia ke luar negeri.

Karir Siti tidak selamanya mulus, ketika menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Siti tersandung kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran.

Lama berkecimpung di dunia birokrat, istri Rusli Rachman kemudian beralih ke dunia politik. Siti menjadi Ketua Dewan Pimpian Pusat Partai NasDem dari 2013 hingga sekarang. Siti juga aktif mengajar di sekolah pascasarjana Institut Pertanian Bogor program studi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

3. Menteri Sosial, Tri Rismaharini 

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Paris Prancis, Rabu pagi, 10 April 2024. (Sumber: Istimewa)

Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma adalah Menteri Sosial pada Kabinet Indonesia Maju periode 2020-2024. Dia menjadi bagian dari kabinet pemerintahan Presiden Jokowi sejak 23 Desember 2020. Dia adalah politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang lahir di Kediri pada 20 November 1961.

Risma adalah mantan Wali Kota Surabaya yang menjabat selama dua periode. Sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan, Risma mengepalai pemerintahan pada periode 28 September 2010-28 September 2015 dan 17 Februari 2016-23 Desember 2020.

Risma adalah wanita pertama yang menjadi pemimpin di Surabaya. Tak hanya itu, Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui Pilkada sepanjang sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi. 

Keberhasilan Risma tidak hanya mencakup tingkat nasional. Namun, dia juga menjadi kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang beberapa kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

Melalui pemilihan langsung, Risma menggantikan Bambang Dwi Hartono yang lantas menjabat sebagai wakilnya. Pasangan Risma-Bambang diusung oleh PDI-P dan memenangi Pilkada Surabaya 2010 dengan perolehan suara 358.187 suara atau 38,53 persen. Keduanya dilantik pada 28 September 2010 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya.

Namun di tengah masa jabatan, Bambang mengundurkan diri pada 14 Juni 2013 karena maju sebagai calon gubernur pada pilkada Jawa Timur 2013. Setelah Bambang mundur, Risma pun didampingi oleh Whisnu Sakti Buana. Dia terpilih secara aklamasi dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya pada 8 November 2013 dan resmi dilantik pada 24 Januari 2014.

Whisnu kembali maju sebagai wakil Risma pada Pilkada Serentak 2015 di bawah naungan PDIP. Risma kembali meraih kemenangan mutlak yakni sebesar 893.087 suara atau 86,34 persen. Keduanya pun dilantik untuk masa bakti 2016-2021 pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi.

Belum usai masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya periode kedua, pada 2020 Risma dipercaya Presiden Jokowi untuk mengisi posisi Menteri Sosial. Dia menggantikan Juliari Batubara yang terjerat kasus korupsi dana Bansos Covid-19. Dia pun akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya di Kota Pahlawan.

4. Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2024. Rapat tersebut membahas pelaksanaan THR Idul Fitri tahun 1445 H bagi pekerja dan evaluasi pelindungan jaminan sosial bagi pekerja, terutama Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Tahun 2023, strategi dan sinergitas dengan BPJS Ketenagakerjaan serta pihak terkait lain di Tahun 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

Ida Fauziyah lahir di Mojokerto, 17 Juli 1969 adalah Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Indonesia Maju Joko  - Ma'ruf Amin periode 2019-2024 [1]. Sebelumnya dia berprofesi sebagai politisi Indonesia dengan duduk sebagai anggota DPR-RI pada 1999 sampai 2018 dari Partai Kebangkitan Bangsa mewakili Jawa Timur untuk daerah Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto. Ida Fauziah ditugaskan sebagai Ketua Komisi VIII yang menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat. Ia merupakan pendiri dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen. Ida Fauziah juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU.

5. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat mengikuti Rapat Pleno Pengambilan Keputusan RUU TPKS di Badan Legislasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 April 2022. Selanjutnya, RUU TPKS akan dibawa ke pembicaraan tingkat II di rapat paripurna untuk segera disetujui menjadi Undang-Undang. TEMPO/M Taufan Rengganis

Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga) menjadi salah satu wajah baru pengisi Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 yang telah diumumkan dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Istri dari Menteri Koperasi dan UKM pada Kabinet Kerja 2014-2019 Anak Agung Ngurah Puspayoga itu sebelumnya merupakan salah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Masuknya Bintang Puspayoga dalam Kabinet Indonesia Maju, seakan menjadi kejutan bagi Bali karena namanya tidak termasuk dalam kandidat yang santer diwacanakan sebagai calon menteri dari Bali, bahkan dirinya juga bukan politisi PDI Perjuangan yang meraup suara mayoritas dalam Pemilu 2019 di Pulau Dewata.

Istri dari mantan Wakil Gubernur Bali itu pun baru mendatangi Istana sesaat menjelang pengumuman kabinet pada Rabu (23/10) pagi bersama rombongan calon menteri yang telah dipanggil ke Presiden Jokowi ke Istana pada Senin dan Selasa (21-22 Oktober 2019).

Perempuan kelahiran Penatih, Kota Denpasar, pada 24 November 1968 itu tercatat sebagai PNS di Pemkot Denpasar sejak 24 Desember 2008. Kemudian menduduki posisi pertama sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III pada Inspektorat Kota Denpasar sejak 31 Desember 2008.

Jabatan di birokrasi dari Bintang Puspayoga kemudian naik lagi ke eselon II b dengan posisi sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Denpasar pada 21 Maret 2013.

Yang terakhir, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali itu terpilih menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Denpasar sejak 29 Mei 2019 setelah menempati peringkat teratas dalam seleksi terbuka yang dilakukan tim seleksi saat itu.

Dalam seleksi terbuka saat itu, Bintang Puspayoga mengungguli pesaingnya I Wayan Budha (Camat Denpasar Selatan) dan I Ketut Gede Suaryadala (Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar).

"Kami 'angayu bagia' berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa karena putri terbaik Bali, khususnya Kota Denpasar, dipercaya Bapak Presiden sebagai salah satu menteri. Apalagi tatkala mendampingi Bapak Puspayoga, dengan menjadi Ketua PKK Kota Denpasar memang sangat intens dan konsen sekali dalam bidang pembangunan perempuan dan anak sehingga Kota Denpasar berhasil dijuluki sebagai Kota Layak Anak," kata Sekretaris Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara.

Dengan prestasi Bintang Puspayoga yang juga mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama dari Bali yang menjadi menteri, menurut Rai Iswara, juga dapat menjadi catatan bagi para ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri.

6. Menteri Keuangan, Sri Mulyani 

Dok. Instagram smindrawati

Sri Mulyani merupakan wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sebelumnya dia menjabat Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 1 Juni 2010, maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan (2005-2010).

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Dan pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.

Kemudian, sejak tahun 2008, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono dilantik menjadi Gubernur BI.

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia pada tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di IMF-World Bank Group Annual Meetings di Singapura.

Dia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Pada bulan Februari 2018, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali menjadi Best Minister in the World pada World Government Summit di Dubai. Masih pada tahun yang sama di bulan Oktober 2018, Global Markets memilihnya menjadi Finance Minister of the Year - East Asia Pacific. Gelar tersebut diberikan saat berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meetings di Bali.

Pada tahun 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia. Penghargaan ini diperoleh tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya diperoleh pada tahun 2017 dan 2018

Pilihan Editor: Retno Marsudi Quality Time dengan Cucu: Always Happy

PRESIDEN GO ID  DEWI RINA CAHYANI | KEMLU.GO.ID | ODELIA SINAGA | TEMPO.CO | ANTARA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."