Ayudia jadi Muse Koleksi Idul Adha 2024 Cotton In Lace, Keluar dari Zona Nyaman

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ayudia saat menjadi Muse koleksi Idul Adha persembahan Cotton in Lace di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

Ayudia saat menjadi Muse koleksi Idul Adha persembahan Cotton in Lace di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaBrand lokal Cotton In Lace meluncurkan koleksi Idul Adha 2024 bertema Sacriface In Lace dengan menggandeng Muse Ayudia. Seperti diketahui jika selama ini Ayudia dikenal dengan gayanya yang bold dan monokrom. Pada kesempatan kali ini ia merasa tampil keluar dari zona nyaman dengan mengenakan koleksi Idul Adha dari Coton In Lace. 

Ibu satu anak ini mengatakan kalau warna basic memang dia masih memakai, tetapi memang busana dari Cotton In Lace ini membuat penampilannya jadi tidak biasa. "Kalau selama ini kan lihat Ayudia berpenampilan tomboy dan sering pakai warna netral, so koleksi ini memperlihatkan gaya aku yang berbeda dari biasanya, lebih feminin, tapi tetap simpel," kata Ayudia usai trunk show Cotton In Lace di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024. 

Terinspirasi dari Korean and Japanese Style

Cotton In Lace merupakan brand lokal yang didirikan pada 9 Oktober 2023 yang memiliki gaya edgy dan feminin dengan inspirasi Korean and Japanese style. Gaya ini memberikan garis tegas namun minimalis serta menggunakan warna-warna dasar yang lembut. Penggunaan lace atau renda sebagai salah satu ciri khas Cotton in Lace memberikan kesan feminin nan cantik sehingga memberikan gaya yang futuristik dan modern.

Steffi Leonard selaku pendiri dan CEO dari Cotton In Lace sebenarnya sudah memiliki merek mode MIssKami Hijab yang fokus pada desain mode hijab. Dengan berbekal pengalaman tersebut maka Cotton In Lace dibuat untuk memberikan pilihan mode kepada para pecinta fashion hijab dengan gaya yang effortless nan cantik namun tetap nyaman walaupun tertutup aurat. Gaya mode Cotton In Lace juga dapat digunakan oleh pecinta mode yang tidak menggunakan hijab dengan style yang disesuaikan. 

Detail Koleksi Sacriface In Lace untuk Idul Adha 2024 

Look dan style dari koleksi "Sacriface In Lace" ini menampilkan gaya busana dengan pattern dan warna-warna yang calm nan feminin seperti warna ivory, beige dan taupe yang mewakili warna cool tone dan earth tone. Sedangkan untuk menambahkan aksen futuristic elegant detail busana dilengkapi dengan lace yang menjadi salah satu signature style dari merek Cotton In Lace. 

Detail lace atau renda tersebut dibangun sendiri oleh tim desainer menggunakan bentuk flora dan abstrak. Corak yang digunakan pada koleksi ini memberikan simbol bahwa perjalanan hidup yang berbeda dan melalui proses yang berat akan sampai juga pada tujuan yang indah. Penggunaan bahan juga memiliki arti tersendiri, seperti bahan cotton melambangkan pondasi yang kokoh, bahan lace melambangkan keindahan, kreatifitas dan kelembutan, sedangkan bahan pleated melambangkan sebuah proses.

Melaui acara "Sacrifice In Lace" kali ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan koleksi terbaru dari Cotton In Lace sebagai momentum menyambut Hari Raya Idul adha 2024 yang lekat dengan peristiwa pengorbanan sebagai bentuk ketaatan dan keikhlasan. Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam yang cukup besar tentunya akan disambut dan dirayakan dengan penuh sukacita dengan menggunakan tampilan terbaiknya.

Dengan adanya event "Sacrifice In Lace" kali ini diharapkan menjadi langkah awal Cotton In Lace meramaikan dunia modest fashion yang cukup semarak di Indonesia. Koleksi ini dipersembahkan untuk wanita yang tangguh, mandiri, elegant dan kebanyakan wanita memiliki sifat rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain dan dirinya sendiri tentunya. 

Walaupun sosok wanita yang terlihat tangguh dan kuat, namun dalam hatinya tetap memiliki sisi keindahan seperti lace. Oleh sebab itu pada koleksi kali ini Cotton In Lace mengundang Ayudia Chaerani dan beberapa influencer wanita lainnya sebagai representative sosok wanita yang tangguh dan kuat namun tetap menunjukkan sisi kelembutan serta keindahannya.

"Semoga para pecinta mode dan juga teman media sebagai pemerhati mode dapat menerima kehadiran Cotton In Lace  sebagai pembawa nuansa baru dalam dunia modest fashion di Indonesia. Selain itu semoga karya Cotton In Lace dapat diterima baik oleh masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia," pungkas Steffi. 

Pilihan Editor: Sama-sama Hobi Traveling, Ayudia dan Ditto Percussion Tak Hanya Ingin Tinggal di Bali

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."