Kementerian Kominfo Buka Program Beasiswa S2 untuk ASN dan Pegawai Startup Lokal

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Antler mengajak para founder startup tahap awal di Indonesia untuk mendaftarkan diri di program residensi Antler bulan Oktober untuk berkesempatan mendapatkan pendanaan sebesar US$ 125.000 (Rp 1,9 miliar). (Antler)

Antler mengajak para founder startup tahap awal di Indonesia untuk mendaftarkan diri di program residensi Antler bulan Oktober untuk berkesempatan mendapatkan pendanaan sebesar US$ 125.000 (Rp 1,9 miliar). (Antler)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo membuka pendaftaran program beasiswa S2 kemitraan dalam negeri tahun anggaran 2024. Pendaftaran dibuka hingga 8 Juli 2024. 

Program ini ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat dan daerah termasuk anggota TNI dan POLRI, serta masyarakat umum dari instansi swasta yang memiliki latar belakang bekerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau pelaku startup lokal.

Program beasiswa dapat ditempuh di sepuluh Perguruan Tinggi yang menjalin mitra kerja sama dengan Kementerian Kominfo, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, Universitas Syiah Kuala.

Penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan dana pendidikan seperti SPP dan tunjangan buku. Lalu, biaya pendukung seperti biaya operasional bulanan, bantuan seminar, publikasi jurnal, biaya pendaftaran (jika ada).

Adapun syarat umum yang harus dipenuhi yakni, peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI), di mana maksimal usia masyarakat umum adalah 35 tahun dan maksimal 37 tahun bagi PNS/TNI/POLRI. Beasiswa tidak ditujukan bagi pelamar yang berprofesi dosen.

Lalu, peserta harus memiliki masa aktif bekerja minimal 2 tahun saat melamar, peserta harus menunjukkan bukti berupa SK CPNS/PNS/ dokumen serupa bagi PNS/TNI/POLRI dan surat keterangan kerja bagi pelamar umum.

Pelamar belum memiliki gelar Magister atau S2 dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2. Lulusan S1/DIV harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 3.00 dari skala 4.00.

Pelamar wajib menyertakan surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain yang memiliki kredibilitas. Surat itu diterbitkan paling lama setahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran.

Lalu, mendapatkan surat izin pimpinan yang berwenang dari tempat bekerja untuk menjalani pendidikan. Kominfo mengutamakan pelamar yang sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari Perguruan Tinggi mitra Kominfo. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi beasiswa Kementerian Kominfo dan pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Itulah informasi mengenai beasiswa S2 program dari Kementerian Kominfo. Semoga bermanfaat!

Pilihan Editor: Cegah Penipuan Beasiswa dengan Mengetahui 6 Tanda Berikut Ini

AISYAH AMIRA WAKANG

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."