Jakarta x Beauty 2024: Kementerian Koperasi dan UKM Dukung Produk Kecantikan Lokal Agar Berdaya Saing Internasional

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Opening ceremony Jakarta x Beauty 2024 di JCC, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Foto: Dok. Istimewa.

Opening ceremony Jakarta x Beauty 2024 di JCC, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Foto: Dok. Istimewa.

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ajang pameran kecantikan Jakarta x Beauty (JxB) kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis-Minggu, 6-9 Juni 2024. Event Jakarta x Beauty 2024 yang dibuka dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB ini diikuti 400 brand, dan dihadiri oleh para pecinta kecantikan, pelaku bisnis kecantikan, serta figur publik.

Sebagai penyelenggara, CEO Female Daily, Hanifa Ambadar, mengatakan tahun ini, JxB membawa tiga pesan utama yaitu keberlanjutan, inovasi, dan inklusivitas. Tema JxB 2024 adalah "Pemberdayaan UMKM Kecantikan Berdaya Saing Internasional."

"Kami meyakini dengan ketiga pilar tersebut bisa mewujudkan masa depan kecantikan Indonesia yang selalu mengikuti tren global agar dapat bersaing secara internasional, dan pada akhirnya memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi lewat sektor kecantikan dan perawatan diri," ucap Hanifa pada acara pembukaan JxB di JCC, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024.

Dia menjelaskan bahwa perkembangan industri kecantikan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Terlihat dengan adanya peningkatan pertumbuhan pelaku kosmetik sebesar 2,19 persen menurut BPOM dan nilai ekspor kosmetik, wewangian serta essential oils yang tercatat mencapai USD 770,8 juta.

Kepadatan Jakarta x Beauty 2024 di JCC, Jakarta, hari pertama, Kamis, 6 Juni 2024. Foto: Dok. Istimewa.

Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengatakan kementeriannya sangat mendukung pertumbuhan UMKM kecantikan dan perawatan diri. Dia menyampaikan tiga poin utama tentang UMKM kecantikan dan perawatan diri yang memiliki kesempatan besar untuk bisa bersaing di pasar internasional.

"Pertama adalah pemerintah sudah membuat regulasi untuk melindungi pasar lokal agar UMKM bisa bersaing dengan produk asing," tutur Fiki. Kedua, kata dia, KemenKopUKM juga memediasi akses pembiayaan melalui mitra seperti inkubator, agregator, akselerator, dan enabler.

Poin terakhir, KemenKopUKM sudah membuat inisiatif Rumah Produksi Bersama (RPB) dari hulu ke hilir. Contoh dari RPB adalah salah satu bahan baku essential oil yaitu Nilam yang berlokasi di Aceh.

Harman Subakat selaku CEO of ParagonCorp pun meyakini bahwa produk-produk yang dimiliki di bawah naungan perusahaannya bisa semakin dikenal di luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.

“Produk-produk kami selain di Indonesia, juga sudah dikenal di Malaysia. Hal ini membuktikan kalau memang produk Paragon memiliki kualitas yang tidak kalah baiknya dengan brand luar negeri," ucap Harman.

Dia mengatakan pihaknya selalu mengedepankan inovasi, menciptakan tren, dan terutama mendengarkan masukan dari para pelanggan supaya produk-produknya bisa terus maju.

Ia pun menambahkan bahwa event kecantikan Jakarta X Beauty 2024 menjadi wadah yang tepat dan sangat dibutuhkan bagi brand-brand kecantikan ini untuk bisa semakin dikenal oleh masyarakat banyak dan menumbuhkan semangat untuk membanggakan Indonesia dengan produk-produk lokal berkualitas.

Sebagai penutup, Fiki Satari menuturkan bahwa pemerintah akan selalu mendukung kemajuan industri di Indonesia, terutama UMKM kecantikan dan perawatan diri, supaya bisa dengan mudah dikenal secara internasional. Salah satunya juga dengan mempermudah pendaftaran BPOM bagi UMKM melalui Smesco Indonesia, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah KemenKopUKM.

Pilihan Editor: Brand Makeup Judydoll Resmi Diluncurkan di Indonesia, Hadir Perdana di Jakarta x Beauty 2024

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."