Terapkan 6 Kebiasaan Baik Ini agar Anak Bersikap Jujur Sejak Kecil

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Foto: Freepik.com/Racool_studio

Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Foto: Freepik.com/Racool_studio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Membesarkan anak yang menghargai kejujuran adalah prioritas banyak orang tua. Kejujuran membangun kepercayaan dan integritas, membentuk lapisan pendukung karakter yang baik. Membangun kebajikan ini pada anak-anak memerlukan upaya yang konsisten dan praktik pengasuhan yang bijaksana. Berikut 6 kebiasaan baik agar anak bersikap jujur sejak kecil.

1. Orang tua harus memberi contoh kejujuran

Anak-anak adalah pengamat yang tajam dan sering kali meniru perilaku orang tuanya. Jika Anda ingin anak Anda jujur, Anda sendiri harus mempraktikkan kejujuran. Mendemonstrasikan perilaku jujur dalam situasi sehari-hari dapat berdampak signifikan pada cara anak Anda memandang kejujuran.

Penelitian dari Journal of Experimental Child Psychology menemukan bahwa anak-anak yang mengamati orangtuanya berbohong, lebih besar kemungkinannya untuk berbohong pada dirinya sendiri.

Bersikaplah terbuka tentang kesalahan Anda dan jelaskan pentingnya kejujuran. Misalnya, jika Anda tidak sengaja merusak sesuatu, akui dengan besar hati dan jelaskan bagaimana Anda akan memperbaiki situasi tersebut alih-alih menyembunyikannya.

2. Ada waktu khusus untuk anak curhat

Menciptakan lingkungan di mana anak-anak merasa aman untuk mengekspresikan diri tanpa takut akan hukuman adalah hal yang penting. Doronglah anak Anda untuk membicarakan perasaan dan pikirannya secara terbuka. Ketika anak-anak tahu bahwa mereka dapat berbicara dengan bebas tanpa dampak buruk, mereka akan lebih cenderung mengatakan yang sebenarnya.

Sebuah studi yang dilakukan American Psychological Association menekankan pentingnya komunikasi dalam setiap hubungan. Ditemukan bahwa anak-anak yang merasa didukung dan dipahami oleh orang tuanya cenderung tidak berbohong.

3. Hindari hukuman keras tanpa beralasan

Hukuman keras tanpa beralasan bisa melemahkan kejujuran. Ketika anak-anak takut akan konsekuensi yang buruk, mereka mungkin akan berbohong untuk menghindari masalah. Sebaliknya, fokuslah pada bimbingan yang lembut dan konsekuensi yang tepat yang mengajarkan daripada menakut-nakuti.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Moral Education, anak-anak akan lebih cenderung jujur jika mereka yakin bahwa konsekuensi dari tindakan mereka akan adil dan konstruktif. Dorong anak Anda untuk mengakui kesalahannya dengan mendiskusikan situasinya dengan tenang dan fokus pada solusi daripada hukuman.

4. Pujilah pengungkapan kebenaran

Penguatan positif dapat sangat membantu dalam mendorong perilaku jujur. Ketika anak Anda mengatakan kebenaran, terutama dalam situasi sulit, akui kejujurannya dan pujilah dia. Hal ini memperkuat gagasan bahwa bersikap jujur dihargai dan dihormati.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di McGill University menemukan bahwa anak-anak yang menerima pujian karena kejujurannya cenderung terus bersikap jujur. Afirmasi sederhana seperti, "Saya bangga kamu mengatakan yang sebenarnya," dapat memengaruhi perilaku anak Anda secara signifikan.

5. Ajarkan nilai kejujuran melalui cerita

Anak-anak menyukai cerita, dan cerita dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengajarkan pelajaran moral. Gunakan cerita dan contoh yang menyoroti pentingnya kejujuran. Diskusikan karakter yang menunjukkan kejujuran dan hasil positif yang mereka alami.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam Developmental Psychology menunjukkan bahwa bercerita dapat menjadi metode yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak, termasuk kejujuran.

6. Ciptakan lingkungan saling percaya

Membangun hubungan saling percaya dengan anak Anda mendorong kejujuran. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda mempercayai mereka dan percaya pada kemampuan mereka untuk membuat pilihan yang tepat. Kepercayaan membangun rasa saling menghormati dan keterbukaan, sehingga memudahkan anak untuk jujur.

Penelitian dari University of Illinois menunjukkan bahwa kepercayaan antara orang tua dan anak berperan penting dalam mendorong kejujuran. Ketika anak-anak merasa dipercaya, mereka akan cenderung menjunjung kepercayaan tersebut dengan bersikap jujur. Bagikan kepercayaan Anda secara terbuka dan hindari kecurigaan yang tidak perlu yang mungkin membuat anak Anda merasa tidak dipercaya.

Itulah beberapa kebiasaan baik yang bisa diterapkan agar anak bersikap jujur sejak kecil.

Pilihan Editor: 5 Kiat agar Anak Belajar Jujur, Mulai dari Kebiasaan Keluarga

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."