Aseton Habis, Berikut 6 Bahan Alternatif untuk Menghapus Kuteks

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi cat kuku. Foto: Freepik.com

Ilustrasi cat kuku. Foto: Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menghapus cat kuku atau kuteks biasanya memerlukan sebotol penghapus cat kuku berbahan dasar aseton. Namun terkadang, tanpa disadari, Anda kehabisan aseton saat dibutuhkan.

Jika hal itu terjadi, ada beberapa cara kreatif untuk menghapus kuteks dengan bahan-bahan alternatif yang ada di sekitar.

1. Parfum atau Body Spray

Anda bisa menggunakan parfum atau body spray sebagai alternatif penghapus kuteks karena kandungan alkoholnya, kata Dasha Minina, teknisi kuku bersertifikat dan pemilik Maxus Nails.

“Pastikan bola kapas benar-benar dibasahi dengan parfum atau body spray, dan lakukan ini di area yang berventilasi baik untuk meminimalkan penghirupan asap,” ucapnya.

“Geser perlahan bola kapas ke kuku Anda, ulangi prosesnya jika perlu sampai semua catnya hilang," ucapnya.

2. Cairan Alkohol

Cairan alkohol adalah cara lain yang efektif untuk menghilangkan kuteks tanpa aseton.

Sekali lagi, Minina menyarankan untuk merendam bola kapas atau kertas tisu, lalu letakkan di atas kuku selama beberapa menit untuk melembutkan kuteks. Lalu bersihkan.

Anda mungkin perlu mengulangi proses ini beberapa kali untuk menghilangkan kuteks secara menyeluruh. Penyeka kapas juga dapat membantu membersihkan area kecil.

Pembersih tangan atau hand sanitizer yang kaya akan alkohol juga dapat digunakan. Tetapi mungkin memerlukan lebih banyak upaya untuk memoles.

3. Hairspray

Barang rumah tangga lain yang mengandung alkohol dalam daftar bahannya adalah hairspray. Meskipun tidak seefektif penghapus cat kuku sebenarnya, produk ini dapat membantu saat Anda berada dalam keadaan darurat, kata Amy Ling Lin, CEO dan pendiri Sundays.

“Jika Anda memutuskan untuk menggunakan hairspray sebagai upaya terakhir, semprotkan sedikit hairspray ke bola kapas, lalu menekan bola kapas tersebut ke cat kuku selama beberapa detik, lalu menggosok dan menyeka cat kuku tersebut,” katanya..

4. Hand Sanitizer

Pembersih tangan berbahan dasar alkohol dapat membantu menghilangkan kuteks tanpa aseton. Rendam bola kapas dalam hand sanitizer, lalu letakkan kapas tersebut di atas kuku dan diamkan selama sekitar lima hingga 10 menit.

Gosok perlahan bola kapas ke depan dan belakang untuk menghilangkan warnanya serta ulangi seperlunya.

5. Pasta gigi

Meskipun pasta gigi tidak mengandung alkohol, formulanya dapat merusak cat kuku dan teksturnya yang sedikit abrasif juga berguna. Hal ini memudahkan untuk menghapus kuteks.

“Pasta gigi memang bisa membantu menghilangkan cat kuku. Namun, produk ini tidak seefektif atau aman untuk kuku dan kulit Anda dibandingkan produk yang dirancang khusus untuk menghilangkan cat kuku,” ujar Lin.

Hal ini berpotensi membuat kuku dan area kutikula menjadi sangat kering dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit di sekitar kuku.

6. Cuka dan Jus Lemon

Sifat asam dari cuka dan jus lemon berpotensi menghapus kuteks. Gabungkan keduanya dalam jumlah yang sama dalam mangkuk kecil, lalu rendam kuku dalam campuran tersebut selama satu atau dua menit.

Gosok perlahan kuteks dengan bola kapas atau kapas. Jika Anda mengalami luka pada kutikula atau ujung jari, hal ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, jadi lanjutkan dengan hati-hati.

Baik Anda menggunakan penghapus cat kuku tradisional atau salah satu alternatif berikut, ingatlah bahwa prosesnya bisa sangat mengeringkan dasar kuku, kulit, dan kutikula di sekitar kuku. Selalu pastikan untuk membilas kuku secara menyeluruh untuk menghilangkan residu, dan lanjutkan dengan minyak kutikula melembapkan dan menutrisi.

Pilihan Editor: Cara Mengeringkan Kuteks dengan Cepat, Menurut Ahli Manikur

REAL SIMPLE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."