5 Candi Buddha Tertua di Indonesia, Borobudur hingga Sewu

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Sejumlah Bhiksu memercikkan air suci ke arah umat saat detik-detik Waisak 2567 BE/2023 di kawasan candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 4 Juni 2023. Detik-detik Waisak dirayakan pada pukul 10.41.19 WIB dengan mengusung tema Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma di Dalam Kehidupan Sehari-Hari dan sub temanya Momentum Waisak Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Perdamaian Dunia. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Sejumlah Bhiksu memercikkan air suci ke arah umat saat detik-detik Waisak 2567 BE/2023 di kawasan candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 4 Juni 2023. Detik-detik Waisak dirayakan pada pukul 10.41.19 WIB dengan mengusung tema Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma di Dalam Kehidupan Sehari-Hari dan sub temanya Momentum Waisak Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Perdamaian Dunia. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dari Sabang sampai Merauke, pulau-pulau Indonesia menyimpan sejumlah candi Buddha yang indah secara arsitektural juga sarat dengan nilai sejarah dan spiritual. Berikut ini adalah lima candi Buddha tertua yang menjadi saksi bisu kemegahan peradaban masa lalu di Indonesia, dikutip dari buku Mengenal Lebih Dekat Candi Nusantara karya Garsinia Lestari.

1. Candi Jiwa 

Candi Jiwa merupakan terletak di Kawasan Candi Batujaya. Saat ditemukan, situs candi Jiwa masih berupa unur yang dikenal dengan nama Unur Jiwa. Penamaan Candi Jiwa berasal dari cerita rakyat bahwa saat daerah ini sering mengalami musibah banjir banyak penduduk yang memanfaatkan candi yang ketika masih berupa gundukan tanah, untuk menyelamatkan binatang ternak.

Namun, selang beberapa hari binatang tersebut bukannya aman, tapi hewan tersebut mati atau hilang jiwanya. Candi Jiwa adalah bangunan keagamaan Buddha yang berasal dari abad 4–5 Masehi. 

2. Candi Borobudur

Candi Borobudur, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, adalah salah satu keajaiban dunia yang mempesona. Dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra, candi ini melambangkan perjalanan spiritual seorang Buddha menuju pencerahan.

Dengan struktur berlapis-lapis yang menggambarkan kosmos Buddha, Borobudur menarik ribuan wisatawan dan peziarah setiap tahunnya. Relief-relief yang menghiasi dinding candi menampilkan cerita kehidupan Buddha serta ajaran-ajarannya, sementara stupa-stupa yang menjulang di puncak candi melambangkan pencapaian Nirwana.

3. Candi Mendut

Tidak jauh dari Borobudur, terdapat Candi Mendut yang memiliki keindahan dan keistimewaan sendiri. Dibangun pada periode yang sama dengan Borobudur, Candi Mendut menjadi tempat penting dalam perayaan Waisak di Indonesia.

Arsitektur yang sederhana namun megah, dihiasi dengan arca Buddha dalam posisi duduk yang tenang, menciptakan suasana damai dan reflektif bagi para pengunjungnya.

4. Candi Sewu

Candi Sewu, kompleks candi Buddha terbesar kedua di Jawa setelah Borobudur, menjadi saksi bisu kejayaan arsitektur Jawa pada masa lampau. Dibangun pada abad ke-8 Masehi, candi ini menyajikan ratusan stupa yang tersebar dalam lingkungan yang luas.

Meskipun sebagian besar candi-candi ini telah mengalami kerusakan, namun keindahannya tetap memukau. Relief-relief yang menghiasi dinding candi menggambarkan berbagai cerita dari ajaran Buddha, memperkaya pengalaman spiritual para pengunjung.

5. Candi Kalasan

Candi Kalasan, dengan kehadiran megahnya, menggambarkan perpaduan gaya arsitektur India dan Jawa yang unik. Dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Dinasti Syailendra, candi ini menampilkan relief-relief halus yang mengisahkan kisah-kisah dari kehidupan Buddha sebelum dia mencapai pencerahan.

Arsitektur Candi Kalasan menunjukkan pengaruh yang kuat dari gaya arsitektur India, terutama dalam bentuk stupa yang menjulang tinggi di atas bangunan candi. Meskipun telah mengalami berbagai kerusakan akibat perubahan cuaca dan kerusakan struktural, upaya pelestarian dan perawatan terus dilakukan untuk menjaga keaslian dan keindahan Candi Kalasan.

Candi-candi Buddha tertua di Indonesia bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga merupakan warisan yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Keindahan arsitektur dan kekayaan spiritual yang terdapat dalam candi-candi ini tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh hati serta jiwa. Melalui upaya pelestarian dan pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya ini, kita dapat menjaga kekayaan spiritual dan sejarah Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Pilihan Editor: Harga Tiket Candi Borobudur Melejit, Simak Penjelasannya Berikut Ini

MYESHA FATINA RACHMAN

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."