Fungsi Biostimulator untuk Filler Wajah, Rangsang Produksi Kolagen Alami

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi wanita memijat wajah. Freepik.com/user15285612

Ilustrasi wanita memijat wajah. Freepik.com/user15285612

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Salah satu perawatan kulit yang sedang hits dilakukan oleh banyak perempuan ialah filler wajah atau dermal filler.  Dermal filler adalah substansi yang dapat disuntikkan untuk mengembalikan volume, meratakan garis-garis dan kerutan, serta meningkatkan kontur wajah. Mereka merupakan pilihan perawatan kosmetik non-bedah yang populer untuk mengatasi tanda-tanda penuaan dan mencapai penampilan yang lebih muda.

Apa saja komposisi dari dermal filler? Menurut Dermatologist dokter Dikky Prawiratama komposisi yang terdapat dalam dermal filler ialah asam hyaluronat atau HA yakni  bahan yang paling umum ditemukan dalam dermal filler. 

"HA adalah zat yang secara alami ada dalam tubuh yang membantu menjaga hidrasi dan volume pada kulit. Ketika digunakan dalam dermal filler, molekul HA disilang-link untuk membuat substansi mirip gel yang menambah volume dan struktur pada kulit," ucap dokter Dikky dalam talkshow bertajuk The New Era of Hybrid Filler di Jakarta, Senin, 13 Mei 2024. 

Lantas, area kulit wajah mana saja yang perlu dirawat?  Dermal filler dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kekhawatiran dan area wajah, termasuk:

Bibir: Meningkatkan volume dan mendefinisikan kontur bibir.
Pipi: Mengembalikan volume yang hilang dan meningkatkan definisi tulang pipi.
Lipatan Nasolabial: Meratakan garis dan kerutan di sekitar hidung dan mulut.
Garis Rahang: Membentuk dan mendefinisikan garis rahang untuk penampilan yang lebih muda.
Area Bawah Mata: Mengisi area yang kosong dan mengurangi penampilan lingkaran hitam.
Pelipis: Mengembalikan volume dan meningkatkan keseimbangan wajah secara keseluruhan.

Masih ada lagi pengisi wajah derma filler yakni biostimulator adalah jenis pengisi wajah yang merangsang produksi kolagen alami dalam kulit dengan cara meningkatkan produksi kolagen, protein penting yang memberikan struktur dan kekuatan pada kulit.

Biostimulator mengandung partikel atau bahan aktif tertentu yang merangsang produksi kolagen dalam tubuh. Beberapa bahan yang umum digunakan dalam biostimulator termasuk:

Kalsium Hidroksiapatit (CaHA): Ini adalah bahan yang sering digunakan dalam biostimulator. CaHA adalah senyawa yang ditemukan secara alami dalam tulang dan merangsang fibroblas, sel yang bertanggung jawab untuk produksi kolagen.

Polikaprolakton (PCL): Ini adalah bahan sintetis yang juga merangsang produksi kolagen..
Poli L Laktid Acid (PLLA): Bahan ini juga meningkatkan kolagen dan elastin dalam kulit

Cara kerja biostimulator menurut dokter Dikky disuntikkan ke dalam kulit, partikel aktifnya merangsang fibroblas untuk memproduksi kolagen baru. Kolagen baru ini membantu mengisi kerutan, meningkatkan kekencangan dan elastisitas kulit, serta memberikan tekstur kulit yang lebih halus dan muda. Efeknya muncul secara bertahap dalam beberapa minggu atau bulan setelah perawatan, dan hasilnya biasanya lebih tahan lama daripada pengisi wajah tradisional.

Keunggulan Biostimulator

Efek yang Lebih Tahan Lama: Biostimulator biasanya memberikan hasil yang lebih tahan lama dibandingkan dengan pengisi wajah tradisional. Efeknya dapat bertahan antara satu hingga dua tahun atau lebih, tergantung pada produk dan kondisi kulit individu.

Stimulasi Kolagen Alami: Biostimulator merangsang produksi kolagen alami dalam tubuh, yang berarti hasilnya terlihat lebih alami dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Perbaikan Tekstur Kulit: Selain mengisi kerutan dan mengencangkan kulit, biostimulator juga membantu meningkatkan tekstur kulit secara keseluruhan, membuatnya lebih halus, kencang, dan bercahaya.

Pilihan Editor:  Mengulik Hybrid Filler: Kandungan, Cara kerja, dan Kelebihannya

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."