Hari Kartini, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim: Terus Belajar, Kunci untuk Maju

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim. Foto: CANTIKA/Sukarnin-oton

Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim. Foto: CANTIKA/Sukarnin-oton

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Merayakan Hari Kartini tahun 2024, Cantika mempersembahkan edisi khusus bertajuk "Kartini di Perbankan" yang memotret sosok-sosok bankir perempuan. Salah satunya Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA). Sosoknya pernah masuk dalam daftar Most Powerful Women versi Fortune Indonesia, yakni para perempuan tangguh yang mempunyai peran penting dan berpengaruh.

Di sela kegiatan kantornya, Vera menerima tim Cantika di Menara BCA, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2024. Mengenakan gaun berwarna merah muda dihiasi tenun coklat, Vera menyapa dengan lembut serta menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang redaksi ajukan.

Q: Sosok Kartini di Mata Vera Eve Lim?

A: Saya tahu sosok Kartini dari belajar di sekolah, sejarah, dan filmnya. Bagi saya, Kartini untuk zamannya dengan segala keterbatasan saat itu, adalah seseorang yang sangat konsisten dan tidak mudah menyerah. Dia bisa persisten walaupun banyak keterbatasan.

Tentu ini satu pesan buat kita, terutama untuk perempuan-perempuan muda Indonesia, kita bisa belajar dari seorang Kartini, di zaman yang sangat berbeda tapi dengan semangatnya. Karakternya itu adalah value yang abadi buat kita. Di zaman itu, seorang Kartini bisa begitu persisten mengalahkan keraguan pada dirinya.

Jadi sebenarnya untuk maju, kadang yang menghambat kita di awal adalah diri kita sendiri. Dan, saya lihat Kartini itu contoh sosok sangat bagus untuk kita sebagai wanita terus berjuang.

Q: Apa Peluang Kartini Masa Kini atau Zaman Now Menurut Anda?

A: Saya melihat Indonesia lima tahun terakhir ini dan kita perlu bayangkan lima-enam tahun ke depan, di 2030 Indonesia akan maju seperti apa? Saya melihatnya sangat antusias. Indonesia termasuk negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kalau ekonomi negara bertumbuh, artinya peluang itu lebih besar.

Kedua, dulu kita ramai-ramai ke Jakarta. Hari ini tidak di Jakarta saja, di semua kota-kota tersedia dengan banyak infrastruktur, pembangunan terus berkembang . Itu artinya peluang buat kita ada di mana-mana, tidak harus semua datang ke Jakarta.

Ketiga, tentunya teknologi hari ini memudahkan kita mengakses informasi dan belajar. Kalau 30 tahun yang lalu, mau belajar cuma bisa mengandalkan buku dan membeli buku juga terbatas. Sekarang, informasi itu mudah sekali, sehingga tidak ada alasan untuk tidak bisa belajar. Peluang ini sebenarnya tidak hanya untuk perempuan, tapi untuk pria juga.

Q: Lalu, Menurut Anda, Apa Tantangan Kartini Zaman Now ?

A: Bicara tantangan, pertama dari diri sendiri. Ada anggapan bahwa wanita jika mau menyampaikan sesuatu kadang berpikir dulu, ga enakan. Atau wanita disebut lebih lemah dan sebagainya. Itu tantangan yang paling besar dari dalam diri kita.

Hari ini saya lihat banyak kemajuan untuk wanita Indonesia. Kita bersyukur hidup di Indonesia yang memberi peluang kepada pria dan wanita. Jadi mudah-mudahan berkembangnya ekonomi dan peluang ini sampai ke desa-desa.

Selain itu, tantangan perempuan di berbagai usia (tahap kehidupan) berbeda-beda. Ada usia di mana tantangannya memiliki keluarga muda, tidak apa-apa itu memang ada masanya. Tapi setelah melewati fase itu, Anda bisa kembali (ke hal lain yang diinginkan), usia tidak membatasi kita untuk terus belajar dan maju. 

Tantangan berikutnya masih ada stigma mengatakan pria lebih cocok untuk posisi ini, secara fisik lebih kuat dan sebagainya. Tapi sebenarnya kalau wanita menunjukkan dia bisa, terus belajar membangun kemampuan kita, selalu ada kesempatan di Indonesia.

Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim. Foto: CANTIKA/Sukarnin-oton

Q: Cara untuk Mengatasi Tantangan yang Ada?

A: Berusaha dan terus belajar. Misal, mau belajar menjadi pemimpin yang baik seperti apa. Pelan-pelan kita belajar dan mencari contoh. Sekarang belajar tidak sulit lagi, banyak cara dan luas aksesnya. Banyak ruang buat wanita untuk terus belajar dan mencari peluang yang cocok untuk dirinya sendiri.

Q: Apa Rumus Kepemimpinan Anda?

A: Di BCA, kami sangat mengutamakan namanya team work, kerja sama. Sepintar apa pun, kalau kita tidak mau kerja sama, susah. Misalnya, kalau ditegur, susah ditegur, itu bisa membatasi kita untuk bisa bekerja sama.

Tidak ada pemimpin yang bisa bekerja sendiri, itu perlu kita sadari. Semakin bagus kita bisa mengayomi, mengajak orang untuk bekerja, kita bisa bekerja sama menghadapi tantangan. Sesusah apa pun pekerjaan itu, biasanya lebih mudah dilakukan bersama-sama daripada bekerja sendiri. 

Jadi, seperti apa leader (yang baik)? Yang pertama, leader mau mendengarkan, mau mengayomi dan mengembangkan orang lain, to developt others. Kalau tim kita bagus, kita tidak perlu khawatir. Kita punya banyak waktu menularkan ilmu kepada mereka. Kalau mereka pintar, mereka bagus, pekerjaan itu bisa ekspansi. Dan, kalau tidak bisa ekspansi, kita sama-sama belajar hal yang baru.

Jadi menurut saya, itulah rumus kepemimpinan yang selalu kami tanamkan di BCA. Kami harus menjadi role model, mau mendengarkan, mengajarkan, dan mengembangkan orang lain. 

Selamat Hari Kartini untuk Vera Eve Lim dan Sahabat Cantika!

Pilihan Editor: Hari Kartini, Najwa Shihab: Merayakan Kartini Sama dengan Merayakan Perempuan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."