Benarkah Yoghurt Bisa Bantu Kadar Gula Darah Stabil untuk Penderita Diabetes?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi Greek Yoghurt. Foto: Freepik.com/Racool_studio

Ilustrasi Greek Yoghurt. Foto: Freepik.com/Racool_studio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejak 1 Maret 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) memberikan bendera hijau untuk penggunaan klaim kesehatan tertentu yang memenuhi syarat mengenai konsumsi yoghurt dan penurunan risiko diabetes tipe 2, asalkan klaim kesehatan yang memenuhi syarat tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga tidak untuk menyesatkan konsumen, dan bahwa faktor-faktor lain yang mendasari penggunaan klaim tersebut terpenuhi. Menurut FDA, label tersebut harus menyatakan bahwa “mengonsumsi yoghurt secara teratur, setidaknya 2 cangkir (3 porsi) per minggu dapat mengurangi risiko diabetes Tipe 2.”

Perizinan tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan seperti apakah yoghurt sehat untuk penderita diabetes? Apa rekomendasi idealnya? Bagaimana cara memilih yoghurt yang tepat? Berikut beberapa faktanya.

Memahami Gizi Yoghurt

Yoghurt merupakan sumber protein yang baik, yang dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dari makanan lain yang dikonsumsi dalam waktu makan yang sama. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap setelah makan. Memasukkan makanan kaya protein seperti yoghurt dalam makanan dan camilan dapat berkontribusi pada pengelolaan gula darah yang lebih baik dengan mengurangi beban glikemik makanan secara keseluruhan.

Indeks glikemik (GI) adalah ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan GI rendah dicerna dan diserap lebih lambat, sehingga terjadi peningkatan glukosa darah secara bertahap. Yoghurt tawar, terutama yoghurt tanpa tambahan gula, umumnya memiliki GI rendah. Memilih makanan rendah GI seperti yoghurt dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Beberapa jenis yoghurt mengandung kultur hidup dan aktif yang disebut juga probiotik. Bakteri menguntungkan ini mungkin berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, yang merupakan faktor penting dalam pengelolaan diabetes.

Penelitian menunjukkan bahwa probiotik yang ditemukan dalam yoghurt mungkin memiliki dampak positif pada kontrol glikemik dengan memodulasi mikrobiota usus dan meningkatkan keseimbangan bakteri yang sehat di saluran pencernaan.

Yoghurt adalah sumber kalsium yang baik dan mungkin juga mengandung vitamin D, tergantung pada fortifikasinya. Kalsium penting untuk kesehatan tulang dan fungsi otot, sedangkan vitamin D berperan dalam sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.

Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup dari makanan seperti yogurt dapat mendukung kesehatan metabolisme secara keseluruhan dan berkontribusi pada kontrol gula darah yang lebih baik pada penderita diabetes.

Cara Memilih Jenis Yoghurt yang Tepat

1. Baca label dengan cermat

Pilih yoghurt tawar tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Hindari yoghurt beraroma dengan kandungan gula tinggi, karena dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah.

Periksa daftar bahan dan label gizi untuk memastikan yogurt tidak mengandung tambahan gula, sirup, atau karbohidrat dalam jumlah berlebihan.

2. Perhatikan ukuran porsi

Meskipun yoghurt bisa menjadi tambahan sehat untuk diet ramah diabetes, pengendalian porsi penting untuk mencegah konsumsi karbohidrat berlebihan. Patuhi ukuran porsi yang disarankan dan hindari topping atau campuran berlebihan yang dapat menambah kalori dan gula ekstra.

Mengonsumsi yoghurt dengan makanan kaya serat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau biji-bijian dapat semakin meningkatkan rasa kenyang dan efek menstabilkan gula darah.

3. Sertakan yoghurt dalam makanan seimbang

Tambahkan yoghurt ke dalam makanan dan camilan sebagai bagian dari diet seimbang yang mencakup berbagai makanan kaya nutrisi. Gabungkan yogurt dengan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak untuk menciptakan makanan yang memuaskan dan ramah gula darah. Bereksperimenlah dengan berbagai cara untuk menikmati yoghurt, seperti menambahkannya ke smoothie, parfait, salad, atau saus. Perhatikan ukuran porsi dan usahakan dalam jumlah sedang untuk menjaga kontrol gula darah yang optimal.

Secara keseluruhan, yoghurt adalah tambahan yang berharga untuk makanan, jika Anda penderita diabetes, namun menganggap yoghurt sebagai satu-satunya kontributor untuk mengatur kadar gula darah adalah salah.

Pilihan Editor: 4 Tips Memberikan Yoghurt pada Bayi, Selain Faktor Usia

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."