5 Fakta Menarik Rumah Mode Chloe, Desain Ikonik Bernuansa Bohemian

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Koleksi Fall/Winter 2024 rumah mode Chloe/Foto: Instagram/Chloe

Koleksi Fall/Winter 2024 rumah mode Chloe/Foto: Instagram/Chloe

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Rumah mode Chloe yang ikonik terkenal dengan gaya feminin dan bohemiannya, telah memikat hati para penggemar mode selama beberapa dekade. Dalam ulasan rumh mode dunia kali ini CANTIKA akan mengulas Chloé, mulai dari awal yang sederhana hingga eksistensinya yang dapat diperhitungkan dalam industri fashion. 

1. Didirikan Tahun 1952 oleh Gaby Aghion

Chloé didirikan pada tahun 1952 oleh Gaby Aghion, seorang visioner Parisienne kelahiran Mesir. Aghion berupaya menciptakan pakaian siap pakai yang mewah namun mudah diakses, melepaskan diri dari konvensi busana formal pada saat itu. Chloé dengan cepat mendapatkan pengakuan atas desainnya yang berjiwa muda dan romantis dan menjadi identik dengan gaya Prancis yang mudah.

Gaby Aghion, founder rumah mode Chloe/Foto: What Women Want

2. Karl Lagerfeld jadi Direktur Kreatif

Sepanjang sejarahnya, Chloé telah didorong oleh bakat dan visi dari berbagai direktur kreatif. Karl Lagerfeld, yang bergabung dengan merek tersebut pada tahun 1966, memainkan peran penting dalam membangun reputasi Chloé untuk desain romantis dan feminin. Belakangan, direktur kreatif terkemuka lainnya, termasuk Stella McCartney dan Clare Waight Keller, membawa perspektif unik mereka dan berkontribusi pada evolusi merek dengan semua tas , pakaian, dan aksesori mereka .

3. Desain Ikonik dengan Daya Tarik Bohemian 

Desain Chloé selalu menganut feminitas, keanggunan, dan daya tarik bohemian. Merek ini terkenal karena siluetnya yang mengalir, kain halus, dan hiasan renda yang rumit. Salah satu desain Chloé yang paling ikonik adalah Tas Paddington, tas tangan ini diperkenalkan pada tahun 2005. Tas yang sangat diidamkan ini, menampilkan gembok dan detail kunci yang khas, menjadi simbol kemewahan kontemporer dan daya tarik Chloé yang tak lekang oleh waktu.
  

4.  Kolaborasi yang Berpengaruh

Chloé telah berkolaborasi dengan desainer dan seniman ternama untuk menciptakan koleksi yang berkesan. Kemitraan penting termasuk kolaborasi dengan Karl Lagerfeld, yang kembali sebagai desainer tamu, dan fotografer terkenal Guy Bourdin, yang karyanya menginspirasi kampanye visual yang menakjubkan. Kolaborasi ini semakin meningkatkan reputasi merek dan berkontribusi terhadap popularitasnya yang terus meningkat. Sejarah brand high couture selalu penuh dengan kolaborasi menarik.

5. Makin Berkembang dengan Gaya Feminin Kontemporer

Dalam beberapa tahun terakhir, Chloé terus berkembang di bawah arahan kreatif Natacha Ramsay-Levi dan sekarang Gabriela Hearst. Merek ini menganut estetika modern dan eklektik namun tetap setia pada warisannya. Chloé tetap menjadi merek pilihan bagi wanita bergaya yang mencari pakaian yang mudah namun halus, dengan koleksi siap pakai, aksesori , dan wewangiannya yang mencerminkan esensi feminitas kontemporer.

Perjalanan Chloé dari awal hingga kesuksesannya saat ini merupakan bukti kemampuannya beradaptasi dan memikat generasi demi generasi. Dengan perpaduan khas antara feminitas, romansa, dan semangat bohemian, Chloé terus memengaruhi lanskap mode. Seiring berkembangnya merek ini di bawah arahan kreatif yang baru, kami hanya dapat mengantisipasi desain yang lebih inovatif dan kreasi ikonik yang akan semakin memperkuat posisi Chloé sebagai kekuatan terdepan dalam industri fashion.

Baik itu gaun impian, tas ikonik , atau aksesori yang sangat cantik, Chloé terus memberdayakan wanita untuk merangkul individualitas mereka dan mengekspresikan selera gaya unik mereka melalui busana yang tak lekang oleh waktu.

Pilihan Editor: Detail Koleksi Marks & Spencer Bersama Sienna Miller, Blazer Tweed dengan Pesona Bohemian dan Eklektik

ETOILE LUXURY VINTAGE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."