6 Fakta Menarik Rumah Mode Givenchy

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Setelan rok Givenchy Haute Couture (Musim Gugur-Musim Dingin 1990-1991) ditampilkan di ruang pamer rumah lelang Christie selama penjualan koleksi busana di Paris, Prancis, 20 Januari 2023. REUTERS/Sarah Meyssonnier

Setelan rok Givenchy Haute Couture (Musim Gugur-Musim Dingin 1990-1991) ditampilkan di ruang pamer rumah lelang Christie selama penjualan koleksi busana di Paris, Prancis, 20 Januari 2023. REUTERS/Sarah Meyssonnier

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Seperti kebanyakan merek mewah yang mencapai puncaknya pada pergantian abad, masa-masa awal berdirinya rumah mode Givenchy mencakup dua elemen kunci, yakni desainer yang memiliki nama yang sama dan seorang inspirasi terkenal yang mendorongnya menjadi berita utama. Bagi Hubert James Taffin de Givenchy dan merek eponymous-nya, inspirasinya adalah Audrey Hepburn.

Meskipun rumah mode ini awalnya dikenal karena glamornya yang sederhana, berbagai direktur kreatif telah memberikannya sentuhan gotik selama bertahun-tahun sambil tetap mempertahankan keanggunannya yang menonjol. Beragam selebriti, mulai dari Beyonce hingga Meghan Markle, telah menciptakan momen ikonik saat mengenakan merek tersebut, dan selama setengah abad terakhir, pengaruh nama Givechy tidak pernah surut.

Berikut sederet fakta menarik Givenchy yang perlu diketahui.

1. Mengenal Hubert James Taffin de Givenchy

Hubert Givenchy lahir pada tahun 1927 di kota Beauvais, Prancis. Ketika masih remaja, dia meninggalkan rumah untuk mengejar minatnya, desain. Dia belajar di École Nationale Supérieure des Beaux-Arts dan akhirnya magang dengan Elsa Schiaparelli pada tahun 1947. Setelah mencapai posisi direktur artistik di merek tersebut, Givenchy memutuskan untuk keluar sendiri pada tahun 1952.

Dok. YouTube/Julien Breuil

2. Givenchy dan Audrey Hepburn 

Pada tahun 1953, tak lama setelah mendirikan mereknya, Givenchy bertemu dengan aktris Audrey Hepburn. Seketika mereka cocok, yang kemudian mengarah pada kemitraan dan persahabatan selama puluhan tahun.

Givenchy, tentu saja, membuat sebagian besar pakaian untuk peran Hepburn di Sabrina, tapi mungkin momen paling terkenal dari hubungan mereka adalah ketika dia menciptakan gaun hitam yang dikenakannya di Breakfast at Tiffany's. Desainnya terinspirasi dari gaun hitam kecil Coco Chanel, namun memiliki sentuhan yang lebih modern.

Meskipun gaun aslinya seharusnya lebih pendek, adegan di mana karakter Hepburn, Holly Golightly, keluar dari taksi mengenakan gaun hitam Givenchy adalah salah satu momen mode paling dikenal di abad ke-20.

"Pakaiannya adalah satu-satunya pakaian yang saya kenakan. Dia lebih dari sekadar couturier. Dia adalah pencipta kepribadian," kata Audrey Hepburn tentang sang desainer, menurut Vogue UK.

Di kemudian hari, pasangan ini tetap berteman dekat, dengan Hepburn berperan sebagai wajah parfum Givenchy.

'Audrey adalah seseorang yang tahu betul cara berpakaian, dan tahu betul apa yang harus dia kenakan. Yang penting adalah matanya, wajahnya, dan siluetnya,' kata Givenchy kepada The New York Times pada tahun 2018.

"Kami memperhalus, memurnikan, membersihkan untuk wajahnya. Kami harus, seperti yang saya katakan, mengelilingi Audrey. Hasilnya luar biasa karena wajah dan gayanya menjadi gaya saya," ucapnya.

3. Dijual ke LVMH

Pada tahun 1988, Givenchy diakuisisi oleh Louis Vuitton Moet Hennesy (LVMH) seharga USD45 juta. Kesepakatan tersebut memungkinkan Givenchy untuk tetap sebagai direktur kreatif hingga dia pensiun pada tahun 1995. Sepuluh tahun berikutnya, desainer terkenal seperti Alexander McQueen, John Galliano, dan Julien Macdonald semuanya merancang untuk merek tersebut.

4. Era Riccardo Tisci

Pada tahun 2005, merek Givenchy menunjuk desainer Italia Riccardo Tisci sebagai direktur artistik. Itu adalah pilihan yang menarik karena desainer berbakat itu sedikit lebih gelap dalam cara mendesainnya. Pada tahun 2007, dia mengatakan kepada Cathy Horyn dari New York Times bahwa orang cenderung menganggap karyanya gotik, tetapi dia tidak merasa seperti itu.

“Saya menyukai romantisme dan sensualitas, mungkin karena saya berasal dari keluarga dengan delapan saudara perempuan,” katanya.

"Saya juga orang yang sangat emosional. Saya suka warna hitam; saya suka warna putih. Saya tidak pernah suka yang ada di tengah-tengah. Dan runway adalah tempat saya mencoba menyampaikan hal ini," ucapnya.

Selama 12 tahun bekerja di Givenchy, dia mengembangkan karyanya menjadi bahan pokok karpet merah yang menciptakan momen ikonik bersama Beyonce, Michelle Obama, Kim Kardashian, Madonna, dan banyak lagi. Hal ini juga membawa kesuksesan dalam hal pendapatan, Tisci membantu merek tersebut tumbuh hampir setengah miliar dolar.

5. Claire Waight Keller dan Meghan Markle

Akhirnya, Tisci pindah ke Burberry pada tahun 2018 dan desainer Claire Waight Keller mengambil alih kendali di Givenchy, menjadi wanita pertama yang melakukannya. Waight Keller diketahui merancang gaun pengantin Meghan Markle untuk pernikahannya dengan Pangeran Harry. Gaun itu berwarna putih bersih, gaun lengan panjang dengan garis leher model sabrina.

Berbicara kepada InStyle, Keller mengatakan pernikahan kerajaan itu seperti hari kerja biasa. Karena dia menyiapkan semuanya di pagi hari mulai dari gaun dan memastikan semuanya sempurna pada waktu yang tepat.

Gaun pengantinnya pun menjadi hit. Desainnya elegan sekaligus mencolok dan memperkuat ikatan antara merek dan Markle. Beberapa bulan setelah pernikahannya, Markle mengenakan puluhan penampilan rancangan Keller.

Pada tahun 2020, Weight Keller meninggalkan perannya, mengumumkan berita tersebut di Instagram.

"Setelah tiga tahun yang sungguh luar biasa, tibalah waktunya untuk menutup bab saya di Givenchy," katanya dalam keterangannya. "Sebagai wanita pertama yang menjadi Direktur Artistik di Maison legendaris ini, saya merasa terhormat telah diberi kesempatan untuk menghargai warisannya dan memberikan kehidupan baru."

6. Matthew Williams Ambil Alih pada Tahun 2020

Pada awal tahun 2020, Matthew Williams mengambil alih Givenchy dan masih menjadi Direktur Kreatif merek tersebut untuk koleksi pria dan wanita hingga saat ini. Sejak saat itu, sang desainer menghadirkan tampilan yang lebih edgy pada merek tersebut. Pada tahun 2021, dia mengajak Kendall Jenner ke Met Gala, mendandaninya dengan gaun tembus pandang yang disulam dengan kristal.

Namun, untuk musim semi 2023, Williams mengembalikan sebagian feminitas tersebut ke dalam Givenchy. Desain baru ini mencakup ruffles, sedikit warna merah jambu, dan gaun hitam yang lebih klasik. Desain tersebut memancarkan sedikit kesan gadis New York yang tangguh dan lebih banyak gaya Paris yang baru.

Pilihan Editor: 10 Fakta Menarik Sejarah Chanel, Terjun ke Dunia Fashion sebagai Pembuat Topi

INSTYLE | BRITANNICA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."